Kesehatan
Halo Dokter, Apa Itu Gastroenteritis dan Pencegahannya
Simak apa itu gastroenteritis dan pencegahannya agar tidak mengenai anak-anak. Salah satu bakteri menimbulkan gastroenteritis adalah bakteri ecoli.
Kalau anak dehidrasi berat, anak akan terlihat lemah, lemas, dan tidak berdaya. Saat anak diberi minum, anak tidak akan merespon minum itu.
Bahkan dehidrasi berat bisa membuat ginjal anak rusak, perubahan kadar asam basa dalam darah, penurunan kesadaran, dan syok yakni kurangnya aliran darah ke organ-organ dalam tubuh. Paling buruknya, anak bisa meninggal dunia.
Sebelum terjadi dehidrasi berat, dibutuhkan peran orangtua untuk memantau kondisi anak.
Sebab anak-anak tidak bisa mengeluh saat dirinya mengalami dehidrasi.
Pencegahan Gastroenteritis
Salah satu kegiatan yang disukai anak-anak adalah jajan.
Jika anak sering jajan, orangtua harus memastikan jajanan yang dimakan anaknya bersih.
Begitupun saat anak makan jajanan itu atau makan makanan dirumah, tangan anak juga harus dipastikan bersih.
Sebab khawatirnya pada jajanan anak atau tangan anak ada bakteri yang bisa masuk kedalam saluran cerna lewat mulut.
dr Roro Rukmi Windi Perdani, Sp.A dari Rumah Sakit Hermina Lampung mengatakan, bakteri itu bisa menimbulkan infeksi pada saluran cerna.
Infeksi itu disebut sebagai gastroenteritis. Salah satu bakteri menimbulkan gastroenteritis adalah bakteri e coli.
Selain infeksi bakteri, infeksi virus dan parasit juga bisa menimbulkan gastroenteritis. Virus yang paling sering menimbulkan gastroenteritis adalah rotavirus.
Jika mengalami gastroenteritis, anak akan menunjukan gejala gastroenteritis yakni sakit perut, mual, muntah, dan diare.
Kalau ada orangtua yang mengatakan anak mengalami muntaber, itu artinya anak mengalami gastroenteritis.
"Selama ini masih banyak yang mengira muntaber adalah penyakit. Padahal muntaber bukan penyakit. Muntaber adalah gejala dari gastroenteritis," kata dr Roro.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/halo-dokter-apa-itu-gastroenteritis.jpg)