Kesehatan

Halo Dokter, Apa Itu Kanker Paru

dr Andreas Infianto MM SpP(K) FISR dari Rumah Sakit Advent Bandar Lampung mengatakan, kanker paru terjadi jika sel-sel paru berubah menjadi ganas.

Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id / Jelita Dini Kinanti
dr Andreas Infianto menjelaskan apa itu kanker paru. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Perokok sangat rentan terkena kanker paru

Apa itu kanker paru?

dr Andreas Infianto MM SpP(K) FISR dari Rumah Sakit Advent Bandar Lampung mengatakan, kanker paru terjadi jika sel-sel paru berubah menjadi ganas.

Namun berubahnya tidak terjadi seketika.

Baca juga: Halo Dokter, Cara Mengobati dan Mencegah GERD

Penyebab kanker paru karena sering menggunakan insektisida untuk membunuh serangga atau pestisida untuk membunuh hama tanpa menggunakan pengaman.

Kemudian bekerja di pertambangan, batu bara, asbes, atau di tempat yang ada bahan kimia.

Selain itu kanker paru bisa disebabkan karena menjadi seorang perokok. 

Perokok yang paling berisiko mengalami kanker paru adalah perokok kedua atau orang yang menghirup asap rokok langsung sekaligus menghirup embusan asap rokok dari mulut perokok pertama (orang yang memiliki kebiasaan merokok).

Sedangkan perokok ketiga adalah perokok yang menghirup kandungan asap rokok yang menempel pada pakaian atau tubuh perokok pertama.

Baca juga: Halo Dokter, Apa Itu GERD

"Selain itu, kanker paru juga bisa disebabkan penyebaran dari kanker lain. Seperti kanker payudara, kanker tulang, dan sebagainya. Ini disebut sebagai kanker paru sekunder," kata dokter yang juga praktik di RSUD Ahmad Yani Metro dan RSU Muhammadiyah Metro ini.

Orang yang mengalami kanker paru stadium awal tidak akan merasakan gejala apa pun.

Dia baru tahu ada kanker paru setelah parunya dirontgen terlihat ada benjolan di parunya.

"Pernah ada pasien yang rontgen paru-paru karena akan kerja ke luar negeri. Di hasil rontgen ada benjolan. Lalu dia datang ke saya dan bertanya, ‘Dok, kok ada benjolan?’ Setelah saya periksa, ternyata benjolan itu adalah kanker paru stadium awal," ujar dosen NIDK Fakultas Kedokteran Universitas Lampung itu.

Pasien baru akan merasakan gejala kalau sudah stadium lanjut.

Gejala itu seperti batuk berdarah, berat badan turun, sesak, dan dada terasa sakit.

Kalau sudah menyebar, akan menimbulkan gejala sesuai lokasi penyebaran.

Misal menyebabkan sakit tulang dan sakit kepala.

Ada juga yang menyebarnya sampai ke perut yang menyebabkan perutnya menjadi besar.

Ada juga kanker paru yang menyebabkan paru-paru basah sampai harus dilakukan penyedotan. 

( Tribunlampung.co.id / Jelita Dini Kinanti )

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved