Kesehatan

Halo Dokter, Apa Itu Rinitis dan Bagaimana Mengobatinya

Berikut penjelasan dari apa itu rinitis dan cara mengobatinya. Rinitis adalah peradangan serta pembengkakan pada selaput lendir hidung.

Editor: Hanif Mustafa
Laser by Sia
Ilustrasi. Halo Dokter, berikut penjelasan dari apa itu rinitis dan cara mengobatinya. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Simak penjelasan apa itu rinitis dan cara mengobatinya.

Rinitis menjadi masalah kesehatan yang menyerang organ pernapasan.

Rinitis adalah peradangan serta pembengkakan pada selaput lendir hidung.

Penyakit ini dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu rinitis alergi dan rinitis non-alergi.

Sebagian besar rinitis yang terjadi adalah jenis rinitis alergi.

Biasanya hal tersebut disebabkan karena debu dan serbuk sari.

Baca juga: Halo Dokter, Apa Itu Tuberkulosis dan Seperti Apa Gejala Klinisnya

Baca juga: Halo Dokter, Apa Itu Gastroenteritis dan Pencegahannya

Rinitis alergi tersebut terjadi ketika sistem imun tubuh mendeteksi alergen lalu memicu reaksi alergi.

Sebenarnya, alergen tersebut tak berbahaya. Namun pada orang yang terkena rinitis alergi, tubuh akan merespon alergen seolah berbahaya.

Sementara rinitis non-alergi disebabkan karena infeksi virus atau bakteri.

Prevalensi rinitis alergi terus meningkat selama 50 tahun terakhir.

Jurnal kesehatan Universitas Padjajaran berjudul "Allergic Rhinitis Patient Characteristic in Dr Hasan Sadikin General Hospital Bandung Indonesia" karya Raisa Moeis dkk (2014) pernah membahas perihal penyakit ini.

Baca juga: Halo Dokter, Apa Itu Asfiksia dan Seperti Apa Gelajalanya

Baca juga: Halo Dokter, Apa Itu Kanker Paru-paru Penyebab Kematian

Mereka mengatakan rinitis alergi telah memengaruhi 500 juta orang di seluruh dunia, termasuk anak-anak dan remaja.

Sementara American College of Allergy, Asthma, and Immunology memperkirakan rinitis alergi telah memengaruhi 40-60 juta orang Amerika Serikat.

Penyakit ini akan begitu rentan menyerang orang yang memiliki riwayat eksim atau asma.

Selain itu paparan iritasi lingkungan juga bisa menyebabkan seseorang alami rinitis non-alergi.

Gejala rinitis

Dikutip dari Johns Hopkins University, berikut beberapa gejala rinitis yang umum terjadi.

1. Bersin.

2. Hidung tersumbat.

3. Pilek.

4. Hidung, tenggorokan, mata, dan telinga gatal.

5. Mata berair.

6. Mimisan.

7. Bernapas lewat mulut.

8. Mendengkur saat tidur.

9. Kelelahan.

Sementara untuk gejala rinitis alergi dapat ditandai dengan bersin, hidung sangat gatal, dan mata yang berair.

Beberapa gejala, seperti sakit kepala berulang dan kelelahan, mungkin hanya terjadi setelah terpapar alergen dalam jangka waktu yang lama.

Beberapa orang hanya mengalami rhinitis alergi selama beberapa bulan akibat sensitivitas terhadap alergen musiman, seperti serbuk sari pohon atau rumput.

Sementara, orang lain dapat mendapatkan rhinitis alergi sepanjang tahun.

Umumnya penderita rhinitis alergi memiliki gejala ringan yang dapat diobati dengan mudah dan efektif.

Tetapi, gejalanya bisa parah dan terus-menerus, menyebabkan masalah tidur dan mengganggu kehidupan sehari-hari pada sebagian orang.

Pada rinitis non-alergi, gejala yang muncul di antaranya hidung tersumbat tanpa bersin-bersin.

Penyebab rinitis

Diikutip dari Kompas.com, terdapat beragam penyebab rinitis yang sesuai dengan jenisnya.

Untuk rinitis non-alergi disebabkan karena infeksi virus.

Akan tetapi, jenis rinitis ini bisa timbul akibat dipicu oleh beberapa hal berikut ini:

1. Benda asing di hidung.

2. Infeksi, seperti virus flu.

3. Obat-obatan tertentu, seperti obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) dan beberapa obat penurun tekanan darah.

4. Makanan dan bau tertentu.

5. Asap dan polutan udara lainnya.

6. Perubahan cuaca.

7. Perubahan hormonal.

Sementara penyebab rinitis alergi di antaranya:

1. Serbuk sari.

2. Debu dan tungau.

3. Jamur.

4. Bulu binatang.

5. Asap dan bau.

6. Suhu, biasanya dingin.

7. Perubahan hormon.

8. Efek samping obat tertentu.

9. Merokok.

10. Makanan atau bumbu tertentu.

Pengobatan rinitis

Dalam pengobatan rinitis, penyebab dasar perlu diketahui terlebih dahulu agar penanganannya sesuai dengan gejala yang dialami.

Umumnya, dokter akan memberikan perawatan berupa obat antihistamin, semprotan hidung dan dekongestan.

Selain itu, ada juga obat untuk meringankan gejala penyakit asma serta suntikan alergi.

Pada penderita rinitis alergi, disarankan untuk menghindari penyebab alergi.

Baca juga: Halo Dokter, Apa Itu Bisul dan Bagaimana Cara Mengobatinya

Baca juga: Halo Dokter, Apa Itu Bisul dan Bagaimana Cara Mengobatinya

Sementara pada rinitis yang sudah parah, dokter bisa menyarankan operasi sebagai bentuk pengobatan rinitis. ( Tribunlampung.co.id / Virginia Swastika )

Baca apa itu penyakit lainnya

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved