Kesehatan
Halo Dokter, Apa Itu Kanker Paru yang Rentan Serang Perokok
Berikut penjelasan dari Halo Dokter tentang apa itu kanker paru yang rentan menyerang para perokok. kanker paru terjadi jika sel-sel paru berubah.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Simak apa itu kanker paru yang rentan menyerang para perokok.
dr Andreas Infianto MM SpP(K) FISR dari Rumah Sakit Advent Bandar Lampung mengatakan, kanker paru terjadi jika sel-sel paru berubah menjadi ganas.
Namun berubahnya tidak terjadi seketika.
Penyebab kanker paru karena sering menggunakan insektisida untuk membunuh serangga atau pestisida untuk membunuh hama tanpa menggunakan pengaman.
Kemudian bekerja di pertambangan, batu bara, asbes, atau di tempat yang ada bahan kimia.
Baca juga: Halo Dokter, Apa Resiko Terkena GERD
Selain itu kanker paru bisa disebabkan karena menjadi seorang perokok.
Perokok yang paling berisiko mengalami kanker paru adalah perokok kedua atau orang yang menghirup asap rokok langsung sekaligus menghirup embusan asap rokok dari mulut perokok pertama (orang yang memiliki kebiasaan merokok).
Sedangkan perokok ketiga adalah perokok yang menghirup kandungan asap rokok yang menempel pada pakaian atau tubuh perokok pertama.
"Selain itu, kanker paru juga bisa disebabkan penyebaran dari kanker lain. Seperti kanker payudara, kanker tulang, dan sebagainya. Ini disebut sebagai kanker paru sekunder," kata dokter yang juga praktik di RSUD Ahmad Yani Metro dan RSU Muhammadiyah Metro ini.
Orang yang mengalami kanker paru stadium awal tidak akan merasakan gejala apa pun.
Baca juga: Halo Dokter, Apa Itu Kanker Paru-paru dan Bagaimana Gejalanya
Dia baru tahu ada kanker paru setelah parunya dirontgen terlihat ada benjolan di parunya.
"Pernah ada pasien yang rontgen paru-paru karena akan kerja ke luar negeri. Di hasil rontgen ada benjolan. Lalu dia datang ke saya dan bertanya, ‘Dok, kok ada benjolan?’ Setelah saya periksa, ternyata benjolan itu adalah kanker paru stadium awal," ujar dosen NIDK Fakultas Kedokteran Universitas Lampung itu.
Pasien baru akan merasakan gejala kalau sudah stadium lanjut.
Gejala itu seperti batuk berdarah, berat badan turun, sesak, dan dada terasa sakit.
Kalau sudah menyebar, akan menimbulkan gejala sesuai lokasi penyebaran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/halo-dokter-apa-itu-emfisema.jpg)