Bandar Lampung
Lampung Sudah Membaik, Pertambahan Kasus Covid-19 hanya Satu Digit
Pertambahan kasus Covid-19 terus melandai, bahkan dalam dua hari terakhir sudah satu digit atau di bawah 10 kasus.
Protokol kesehatan harus tetap dijaga.
Karena bukan tidak mungkin kasus positif Covid-19 akan kembali meningkat.
Bahkan, terjadinya gelombang ketiga pandemi Covid-19 di Indonesia disebut suatu keniscayaan.
Menurut Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi, gelombang ketiga kasus Covid-19 pasti akan datang di Indonesia.
Itu bisa terjadi seiring mulai dilonggarkannya protokol kesehatan dalam sejumlah aktivitas masyarakat.
Mobilitas masyarakat pun juga kian meningkat, diiringi dengan intensnya interaksi secara langsung.
Hal itu yang menurut Nadia bisa memicu terjadinya gelombang ketiga.
Direktur Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes itu menjelaskan, terjadinya gelombang ketiga juga sesuai dengan sifat SARS-CoV-2 yang tertera pada jurnal ilmiah yang dikeluarkan para ahli.
"Kita tahu dari jurnal ilmiah menyatakan bahwa Covid menimbulkan gelombang epidemiologi berkali kali. Tidak cukup ia mencapai satu puncak gelombang kemudian turun seperti yang saat ini kita alami. Dia akan menimbulkan serangan beberapa kalim baru mungkin nanti dengan vaksinasi lebih luas bukan hanya masyarakat Indonesia tapi global, baru akan terjadi penurunan kasus," kata Nadia dalam diskusi daring, Jumat.
Indonesia sendiri sudah mengalami dua gelombang puncak corona. Pertama pada Januari 2021, yang kedua Juni-Juli 2021.
Nadia menjelaskan gelombang ketiga kemungkinan besar akan terjadi pada akhir tahun 2021 atau awal 2022.
Contohnya sudah terjadi di sejumlah negara, seperti di China, Inggris hingga Amerika Serikat.
Jaga Prokes
Diketahui, sejumlah negara mengalami lonjakan kasus virus corona.
Di antaranya Rusia, Inggris, Jerman, China, Singapura, Belgia, Slovenia, Polandia, hingga Republik Ceko.