Kesehatan
Halo Dokter, Apa Itu Faringitis
Simak berikut adalah penjelasan dari apa itu faringitis, faringitis adalah peradangan di bagian belakang tenggorokan, diartikan sebagai peradangan.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Simak berikut ini adalah penjelasan dari apa itu faringitis.
Faringitis menjadi penyakit saluran pernapasan yang umum terjadi dan sering dialami banyak orang.
Dilansir dari Healthline, faringitis adalah peradangan di bagian belakang tenggorokan.
Sementara dikutip dari Kompas.com, penyakit ini diartikan sebagai peradangan pada selaput lendir yang melapisi bagian belakang tenggorokan (faring).
Faringitis juga dikenal sebagai radang tenggorokan.
Penyakit ini juga menjadi satu di antara gangguan kesehatan yang paling umum untuk berkonsultasi dengan dokter.
Umumnya, peradangan akibat faringitis menyebabkan rasa tak nyaman.
Baca juga: Halo Dokter, Bagaimana Cara Mengobati Kanker Paru
Gatal, kering, dan sulit menelan akan menjadi gejala yang sering dialami.
Penyakit faringitis biasanya hasil dari infeksi virus atau bakteri.
Penularannya terjadi melalui udara, seperti percikan air liur dari batuk penderita.
Terdapat beberapa virus penyebab faringitis, di antaranya:
a. Rhinovirus, penyebab flu.
b. Adenovirus, penyebab konjungtivitas (mata merah) dan flu.
c. Influenza.
d. Epstein-Barr (EBV), penyebab mononucleosis atau demam kelenjar.
Baca juga: Halo Dokter, Apa Itu Kanker Paru yang Rentan Serang Perokok
Sementara bakteri yang menjadi penyebab faringitis adalah bakteri Streptococcus tipe A.
Biasanya bakteri ini banyak menyerang anak-anak.
Meski jarang, ada pula beberapa bakteri lain yang bisa menyebabkan seseorang terjangkit faringitis, yaitu:
a. Neisseria gonorrhoeae, pada penyakit gonore.
b. Chlamydia trachomatis, pada penyakit klamidia.
c. Corynebacterium diphtheriae, pada penyakit difteri.
Gejala faringitis
Umumnya, gejala faringitis muncul sekitar 2-5 hari setelah pertama kali terinfeksi.
Penyakit ini ditandai dengan tenggorokan sakit, nyeri, gatal, sulit menelan, dan suara serak.
Sementara jika faringitis disebabkan oleh virus, gejala yang timbul berupa:
a. Batuk.
b. Pilek.
c. Demam.
d. Sakit kepala.
e. Iritasi mata.
f. Pembengkakan di kelenjar getah bening.
g. Pembengkakan pada amandel.
Sedangkan pada penderita faringitis dengan mononucleosis, terdapat gejala tambahan, antara lain:
a. Sakit perut di bagian sisi kiri atas.
b. Kelelahan.
c. Nafsu makan berkurang.
d. Muncul ruam.
Bila disebabkan oleh bakteri, gejala faringitis antara lain:
a. Rasa sakit yang berlebihan saat menelan.
b. Kelenjar getah bening pada leher terasa lembut saat disentuh dan mengalami pembengkakan.
c. Muncul bercak putih atau nanah di bagian belakang tenggorokan.
d. Amandel mengalami pembengkakan.
e. Sakit kepala.
f. Sakit perut.
g. Mual muntah.
h. Muncul ruam yang disebut sebagai demam berdarah.
Komplikasi faringitis
Apabila tidak ditangani dengan tepat, faringitis bisa menyebabkan komplikasi, seperti:
a. Infeksi telinga.
b. Sinusitis.
c. Demam reumatik yang dapat merusak katup jantung.
d. Gangguan ginjal glomerulonefritis.
e. Adanya penumpukan nanah di tenggorokan.
Perawatan faringitis
Ada beberapa cara perawatan faringitis yang disesuaikan dengan penyebabnya.
Faringitis yang disebabkan karena bakteri dapat diobati dengan antibiotik oral, seperti amoxicillin atau penisilin.
Sementara pada faringitis yang disebabkan virus, kondisi tersebut dapat sembuh dengan sendirinya.
Dalam membantu meredakan rasa sakit, bisa mengonsumsi obat seperti asetamibofen dan ibuprofen.
Selain itu juga dianjurkan untuk melakukan beberapa langkah berikut untuk mempercepat pemulihan.
a. Minum air putih yang cukup.
b. Makan makanan yang ringan untuk ternggorokan.
c. Minum minuman hangat.
d. Berkumur dengan air garam hangat.
e. Menggunakan humidifier untuk menambah kelembapan udara.
f. Istirahat yang cukup.
g. Tidak terlalu banyak bicara saat suara serak.
h. Menghindari paparan asap rokok dan polusi.
i. Mengisap permen pelega tenggorokan.
Jika dalam satu minggu gejala faringitis masih belum mereda, segera berkonsultasi dengan dokter. ( Tribunlampung.co.id / Virginia Swastika )
Baca berita kesehatan lainnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/halo-dokter-apa-itu-radang-tenggorokan-2.jpg)