Apa Itu
Apa Itu Resensi
Resensi berkaitan erat dengan karya sastra. Namun, apa itu resensi? Berikut penjelasan selengkapnya.
Penulis: Virginia Swastika | Editor: Kiki Novilia
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Dalam pelajaran bahasa Indonesia, terdapat materi apa itu resensi.
Biasanya hal ini berkaitan dengan karya sastra. Sebab, resensi seringkali memuat penilaian isi karya tulisan secara menyeluruh.
Dikutip dari Kompas, H Dalman dalam buku Keterampilan Menulis (2016) berpendapat resensi adalah tulisan ilmiah yang membahas informasi berupa isi sebuah buku, termasuk kelemahan dan kelebihannya.
Sementara menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), resensi adalah pertimbangan atau pembicaraan tentang buku atau ulasan buku.
Akan tetapi seiringnya waktu, resensi tidak terbatas pada buku, melainkan juga ulasan di bidang film maupun musik.
Baca juga: Apa Itu Imitasi
Tujuan resensi
Ada beberapa tujuan resensi, di antaranya:
1. Memberi pemahaman komprehensif mengenai suatu karya berdasarkan sudut pandang penulis resensi.
2. Mengajak pembaca berpikir, merenung, dan mendiskusikan lebih jauh substansi dalam karya yang diulas.
3. Memberi pertimbangan pada pembaca mengenai kelebihan dan kelemahan buku.
Baca juga: Apa Itu NKRI, Berikut Penjelasannya
4. Memberi informasi detail sebuah karya, yaitu nama pengarang, tahun terbit, latar belakang pengarang, proses pengkaryaan, atau hubungan dengan karya lain yang sejenis.
Jenis resensi
Bila dilihat berdasarkan isinya, ada jenis resensi, yaitu:
1. Resensi informatif, biasanya berisikan ringkasan informasi suatu karya.
2. Resensi evaluatif, biasanya ringkasan penilaian kelemahan dan kelebihan suatu karya.
3. Resensi informatif-evaluatif, gabungan dari ringkasan informatif dan evaluatif.
Struktur resensi
Berikut ini struktur resensi yang dikutip dari Kompas.com.
1. Judul resensi: judul dibuat dengan menggambarkan isi resensi secara singkat. Pastikan judul menarik dan sesuai dengan isi resensi.
2. Data buku: memberi informasi detail dari buku yang akan diulas.
3. Pendahuluan: memperkenalkan pengarang, proses pengkaryaannya, tema buku.
4. Tubuh dan pernyataan resensi: berisi sinopsis disertai kutipan paling berkesan, sebutkan kelemahan dan kelebihan buku, rumusan kerangka buku, tinjauan bahasa atau kesalahan cetak.
5. Penutup: beri kesimpulan dan penjelasan layak atau tidaknya buku tersebut dibaca dengan alasan yang logis.
Simak juga penjelasan tentang apa itu karya sastra.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia(KBBI), sastra adalah gaya bahasa atau kata-kata yang kerap dipakai dalam kitab-kitab dan bukan bahasa sehari-hari.
Kata sastra sendiri berasal dari bahasa sanskerta yaitu kata "shastra " yang memiliki makna " teks yang mengandung intruksi atau pedoman.
Hal itu diambil dari kata "sas'' yang memiliki makna intruksi atau ajaran.
Sedangkan dalam bahasa Indonesia kata ini biasanya digunakan untuk mengacu kepada "kesusastraan".
Kesusastraan sendiri merupakan sesuatu tulisan yang memiliki arti, makna dan juga sesuatu yng memiliki suatu keindahan tertentu.
Seperti yang dikatakan oleh Sumardjo dan Sumaini, mereka mengatakan bahwa salah satu pengertian sastra adalah seni bahasa yang memiliki makna.
Lahirnya sebuah karya sastra adalah untuk dinikmati diri sendiri atau dapat dinikmati oleh siapa saja yang membacanya.
Untuk dapat menulis dan menikmati karya sastra secara sungguh-sugguh, maka sangat diperlukan pengetahuan tentang sastra.
Tanpa pengetahuan tentang sastra yang cukup, penikmatan akan sebuah karya sastra hanya bersipat dangkal, sementara dan sepintas saja karena kurangnya pemahaman yang tepat.
Karya sastra bukanlah ilmu, karya sastra adalah seni yang memiliki unsur kemanusiaan di dalamnya, khususnya perasaan sehingga sangat susah diterapkan untuk metode keilmuan.
Karya sastra adalah ungkapan perasaan manusia yang bersifat pribadi yang berupa pengalaman, pemikiran, perasaan, ide, semangat, keyakinan dalam bentuk gambaran kehidupan yang dapat membangkitkn pesona dengan alat bahasa dan dilukiskan dalam bentuk tulisan.
Sumardjo dalam bukunya mengatakan bahwa karya sastra adalah sebuh usaha merekam isi jiwa sastrawanya, rekaman ini menggunakan alat bahasa.
Sasrta adalah bentuk rekaman dengan bahasa yang akan disampaikan kepada orang lain.
Jenis-jenis karya sastra
Karya sastra dapat digolongkan ke dalam dua kelompok, yaitu karya sastra imajinatif dan karya sastra noimajinatif.
Sastra imajinatif adalah sastra yang berupaya untuk menerangkan, menjelaskan, memahami, membuka pandangan baru.
Selain itu, karya sastra jenis ini juga dapat memberikan makna realitas kehidupan agar manusia lebih mengerti dan bersikap yang semestinya terhadap realitas kehidupan.
Dengan kata lain, sastra imajinatif berupaya menyempurnakan realitas kehidupan walaupun sebenarnya fakta atau realitasny tidak begitu penting dalam sastra imajinatif.
Sastra imajinatif memiliki ciri-ciri yaitu, bersifat khayalan, menggunakan bahasa konotatif dan memenuhi syarat estetika seni.
Sedangkan ciri karya sastra nonimajinatif adalah karya sastra tersebut lebih banyak unsur faktual daripada khayalan.
Selain itu, karya sastra jenis ini cenderung menggunakan bahasa denotative dan tetap memenuhi syarat syarat estetika seni.
Pembagian jenis sastra imajinatif diantaranya puisi, fiksi atau prosa naratif, novel, drama, cerpen, dan lain-lain.
Baca juga: Apa Itu Bukan Penduduk
Itulah rangkuman penjelasan tentang apa itu resensi. ( Tribunlampung.co.id / Virginia Swastika )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/apa-itu-buku-non-fiksi.jpg)