Berita Terkini Nasional

Curhat Wanita Selingkuhan Oknum PNS, Jual Tanah hingga Anak Telantar, Kini Hamil 2 Bulan

Curhat wanita selingkuhan oknum PNS, jual tanah hingga anak telantar, kini hamil 2 bulan dan tak kunjung dapat tanggung jawab dari sang pria.

Tayang:
Tribunlampung.co.id / Deni Saputra
Ilustrasi selingkuh. Curhat wanita selingkuhan oknum PNS, jual tanah hingga anak telantar, kini hamil 2 bulan dan tak kunjung dapat tanggung jawab dari sang pria. 

"Karena tidak punya suami, saya harus ngasih nafkah kepada anak karena anak kan ikut sama saya," katanya.

"Sedangkan dulu, karena dia (K) saya habis-habisan sampai menjual tanah tanpa sepengetahuan orang tua saya untuk menolongnya," ucapnya.

Dia mengatakan, suaminya pernah memergokinya berduaan dengan K pada bulan puasa 2021.

Saat itu, RN memilih membela K.

"Saya belain dia supaya tidak ketahuan dan tidak tercemar nama baiknya," kata dia.

"Tapi timbal baliknya mana? Saya sudah ceraikan suami karena katanya mau tanggung jawab. Tapi boro-boro, yang ada sampai saya hamil berusia sembilan minggu ini, (malah) ditelantarkan," ucapnya.

RN mengaku sudah tak berkomunikasi dengan K sejak mendapat teror istri selingkuhannya itu.

"Tidak ada (komunikasi). Mendingan kalau saya masih kerja. Minimal, ya ada penghasilan untuk anak dan bayi yang saya kandung," ucap RN.

"Tapi ini gimana, jabang bayi ini siapa yang mau bertanggung jawab dan merawatnya sampai besar?" keluhnya.

"Dulu, saat saya coba tanya apakah jabang bayi ini mau digugurin (aborsi) atau tidak, malah jawabannya, 'ya, silakan'. Saya tidak mau apa-apa, saya hanya ingin dia bertanggung jawab," ucapnya.

Tanggapan BKSDM Pangandaran

Badan Kepegawaian Sumberdaya Manusia (BKSDM) Kabupaten Pangandaran menyebut jika oknum PNS berinisial K benar tersangkut perselingkuhan berarti ini baru pertama kali terjadi.

Kabid Mutasi, Pengembangan Karir dan Penilaian Kinerja Aparatur BKSDM Kabupaten Pangandaran, Soleh Supriyadi mengakui tahun 2020 baru masuk kerja di BKSDM Kabupaten Pangandaran.

Namun belum menemui PNS yang terjerat kasus perselingkuhan.

"Tahun 2020, saya masuk di BKSDM Pangandaran. Semasa saya kerja belum ada kasus seperti itu (perselingkuhan). Dan kalau misalkan ini benar, berarti baru kali ini ada kejadian," ujarnya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved