Berita Terkini Nasional
Viral Petani Bawang Merah yang Frustasi Nyebur ke Sawah
Viral video petani bawang merah di Demak nekat menceburkan diri ke sawah atau ladang yang berlumpur.
Penulis: rio angga | Editor: taryono
Padahal, lanjutnya, panen raya di Demak baru akan berlangsung sekitar sepuluh hari ke depan.
“Di Kabupaten lain bahkan di luar Jawa Tengah, termasuk Jawa Timur, sudah panen lebih dahulu dan banyaknya hasil bawang merah membuat bawang merah di sini anjlok drastis,” ujarnya.
Ia menuding pemerintah tidak bisa mengintervensi terkait fluktuasi harga dan mengontrol banyaknya wilayah yang menanam tanaman tersebut.
“Solusinya adalah mengulur waktu panen dan menunggu hingga panen di wilayah lain selesai,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kabupaten Demak, Iskandar Zulkarnain, mengatakan bahwa pihaknya akan mengadakan rapat dengan instansi terkait termasuk Dinas Pertanian untuk mencari tahu dan menyelesaikan persoalan tersebut.
“Mengenai harga bawang merah yang anjlok, hal itu dikarenakan pada saat panen berlaku hukum ekonomi di mana pada saat produksi banyak sedangkan permintaan sedikit maka harga akan turun.
Untuk mengatasi hal tersebut, salah satunya dapat dilakukan tunda jual dengan menyimpan di gudang, kemudian jika harga sudah naik bawang merah dijual,” ungkapnya ketika dihubungi Tribunjateng.com.
Selain itu, hilirisasi produk seperti mengolah menjadi bawang goreng, membentuk korporasi bawang merah guna bekerja sama dengan pihak ketiga atau eksportir guna menyerap bawang merah secara kontinyu.
Kemudian mengatur masa tanam bawang merah untuk menghindari panen berlebihan, sehingga produksi dapat dikelola sesuai dengan permintaan masyarakat maupun industri,” jelasnya.
Dari datanya, harga bawang merah di pasar-pasar tradisional di wilayah kini masih sekitar Rp 24 ribu per kilogram.
“Jika di pasar, itu normal,” pungkasnya. (*)
Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Petani Bawang Merah Demak Frustasi Nyebur Sawah, Teriak-teriak Harga Bawang Anjlok
(Videografer Tribunlampung.co.id / Rio Angga Saputra)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/viral-petani-bawang-merah-frustasi-nyebur-sawah-akibat-harga-anjlok.jpg)