Berita Terkini Nasional
Nasib Pemulung Caslam yang Dipukuli Warga karena Diduga Mencuri Tas
Nasib pemulung Caslam yang dipukuli warga karena diduga mencuri tas. TKP di Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka.
Sebab, Caslam bekerja sebagai pemulung, sedangkan istrinya sedang mengalami sakit stroke.
"Penghasilannya sekitar Rp 25-70 ribu per hari. Di luar Pak Caslam salah atau tidak mencuri, mereka murni berkegiatan sosial membantu warga kami. Alhamdulillah, selain memberikan bantuan uang, ada yang memberi sembako," katanya.
Diberitakan sebelumnya, video viral penganiayaan terhadap Caslam ramai diperbincangkan di media sosial.
Dalam video itu terlihat Pak Caslam yang sedang duduk di kursi panjang menggunakan kaus berwarna cokelat, didorong dan dipukul oleh sejumlah warga yang berada di belakangnya.
Kejadian penganiayaan diketahui terjadi di Desa Cibogor, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka.
Lokasi itu sering didatangi Caslam untuk mencari barang-barang bekas.
Pengakuan Caslam
Setelah 26 tahun memulung, ia mengaku baru kali ini dituduh sebagai pencuri oleh warga Desa Cibogor, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka.
Desa Cibogor merupakan daerah yang kerap dikunjungi Caslam untuk mencari barang-barang bekas.
Apes datang saat Caslam sedang memulung di kawasan tersebut pada Minggu (24/10/2021). Ia dituduh mengambil tas milik warga setempat.
"Iya baru saya dituduh begini, sudah 26 tahun mulung," ujar Caslam saat ditemui di rumahnya di Blok Gugunungan, Kamis (28/10/2021).
Caslam menjadi pemulung untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya.
Dari memulung, ia biasanya mendapatkan uang sebesar Rp 25-30 ribu per hari.
Jika lagi banyak barang rongsok yang didapatkan, ia bisa membawa pulang hingga Rp 70 ribu per hari.
"Saya masih jadi tulang punggung keluarga, karena punya istri yang saat ini sedang sakit. Punya anak dua, satu sudah menikah satu belum," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/sosok-kakek-caslam-65-viral-di-media-sosial.jpg)