Breaking News:

Lampung Selatan

Kasus DBD Lampung Selatan Meningkat 2 Bulan Terakhir, Dinas Kesehatan: Pengaruh Musim

Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan mencatat adanya peningkatan kasus DBD selama dua bulan terakhir, periode Januari-Agustus 2021 kasus 109.

Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus
Berdasarkan data dari pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan, terjadi peningkatan kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Lampung Selatan selama 2 bulan terakhir ini, yaitu pada September-November 2021. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan mencatat adanya peningkatan kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Lampung Selatan selama 2 bulan terakhir ini.

Diketahui pada priode Januari-Agustus 2021 kasus penyakit DBD di Lampung Selatan tercatat sebanyak 109 kasus.

Namun, dalam dua bulan terakhir (1 September-31 Oktober) kasus penyakit DBD di Lampung Selatan mengalami peningkatan kasus sebanyak 49 kasus.

Total kasus DBD akumulatif dari Januari-Oktober 2021 sebanyak 158 kasus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan Basuki Didik Setiawan mengaku bila terjadi peningkatan kasus DBD dalam dua bulan terakhir ini.

Baca juga: Pemkab Lampung Selatan Siap Gelar Pasar Murah di Beberapa Kecamatan, Catat Jadwalnya

"Biasanya tren peningkatan kasus DBD ini terjadi pada priode November-Desember-Januari. Itu biasanya karena pengaruh musim," kata Didik, Jumat (5/11/2021).

"Saat ini sudah masuk musim pancaroba (perubahan musim). Dari intensitas hujan ringan ke intensitas hujan tinggi," sambungnya.

Didik mengatakan pihaknya pun sudah membentuk kader Jumantik disetiap Puskesmas untuk menyosialisasikan kepada masyarakat terkait jentik nyamuk dan pencegahan kasus DBD itu.

"Pada setiap kesempatan atau kegiatan kita selalu mengedukasi kepada masyarakat agar tetap waspada penyakit DBD tersebut," katanya.

"Sekaligus memberikan imbauan atau langkah antisipasi mencegah penyakit DBD tersebut. Dengan menggiatkan kembali PHBS dan cara 3M," jelasnya

Baca juga: Dinas PUPR Lampung Selatan Normalisasi Gorong-gorong di Desa Candimas Natar

Didik berharap agar Dinkes Lampung Selatan dapat mempersiapkan diri (sarana dan prasarana) untuk penanganan DBD, seperti alat fooging dan abate.

"Kalau bisa segala keperluan terkait sarana dan prasarana penanganan DBD disiapkan. Jangan sampai, saat dibutuhkan sarana yang ada sedang dalam kondisi tidak baik," katanyam

"Kita juga selalu memngimbau kepada petugas untuk siap siaga dan respon cepat apabila terjadi kasus. Ini supaya dapat memutus rantai penyebaran. Kalau perlu ketuka sudah terjadi kasus di daerah tersebut langsung segera di fooging, atau diberikan abate," pungkasnya.

( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved