Breaking News:

Pringsewu

Oknum PNS Terduga Teroris Ditangkap Densus di Lampung, Kepala OPD Pringsewu Diminta Deteksi ASN

Pembinaan terkait adanya oknum pegawai negeri sipil (PNS) yang terpapar radikalisme dan terorisme di Bumi Jejama Secancanan.

Tribunlampung.co.id / Robertus Didik
Densus 88 Antiteror Mabes Polri menggeledah kantor Yayasan Ishlahul Umat Lampung di Pekon Klaten, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Lampung, Kamis (4/11/2021). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Pringsewu akan melakukan pembinaan terhadap para kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Pembinaan terkait adanya oknum pegawai negeri sipil (PNS) yang terpapar radikalisme dan terorisme di Bumi Jejama Secancanan.

Meskipun oknum PNS yang ditangkap oleh Densus 88 Antiteror Mabes Polri beberapa waktu lalu berdinas di kabupaten lain, ia bertempat tinggal di Pringsewu.

"Akan kami laksanakan pembinaan kepada kepala OPD untuk mendeteksi lebih awal ASN di jajarannya yang terindikasi terpapar radikalisme atau terorisme," kata Kepala Kesbangpol Pringsewu Sukarman, Senin (8/11/2021).

Baca juga: Pria Penengahan Lampung Selatan Diamankan Tim Densus 88, Tetangga Mengaku Kaget

Disamping itu, pihaknya juga akan mengumpulkan camat untuk mengimbau pengusaha supaya kalau ada yang meletakkan kotak amal agar diketahui RT setempat.

Ditambahkan Sukarman, wajib lapor 1x24 jam keberadaan tamu atau orang asing kepada aparatur setempat dengan meminta KTP.

Upaya tersebut, menurut dia, selain untuk mendeteksi keberadaan terorisme dan radikalisme juga untuk mengantisipasi upaya-upaya yang terkait dengan teror.

Densus 88 Antiteror Mabes Polri menggeledah kantor Yayasan Ishlahul Umat Lampung di Pekon Klaten, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Kamis (4/11/2021).

Penggeledahan ini sebagai tindak lanjut dari penangkapan sejumlah orang yang  diduga berkaitan dengan terorisme.

Baca juga: 4 Warga Lampung Ditangkap Tim Densus 88 Antiteror, Diduga Terlibat Jaringan Teroris

Densus 88 menangkap tiga orang pelaku terduga teroris.

Ketiganya yakni SU (61), warga Desa Bagelen, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran; SK (59), warga Hajimena, Lampung Selatan; dan DRS (47), warga Wonokrio, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu.

Ketiganya diduga sebagai anggota teroris Jamaah Islamiyah (JI).

Yayasan Ishlahul Umat Lampung sebelumnya bernama Lembaga Amil Zakat Baitul Mal Abdurrahman bin Auf (LAZ BM ABA).

Informasi dari warga sekitar, LAZ BM ABA berganti nama sejak satu tahun terakhir.

( Tribunlampung.co.id / Robertus Didik Budiawan )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved