Bandar Lampung

Sepekan Nihil Kasus Kematian Covid, Bandar Lampung Masih PPKM Level 2

Angka kematian akibat Covid-19 di Provinsi Lampung semakin kecil.Bahkan dalam seminggu terakhir, tidak ada kasus kematian.

Editor: Reny Fitriani
Kompas.com
Ilustrasi - Sepekan Nihil Kasus Kematian Covid, Bandar Lampung Masih PPKM Level 2 

Jadi masih kurang sebanyak 8.485.667 dosis. Vaksin tersebut guna memenuhi sasaran vaksinasi sebanyak 6.645.226 orang.

Reihana juga meminta agar Pemkot Bandar Lampung melakukan percepatan penyuntikan dosis kedua untuk vaksin jenis Pfizer sebanyak 64 ribu dosis yang memiliki masa kedaluwarsa hingga akhir November 2021.

"64 ribu vaksin Pfizer harus dihabiskan. Jangan sampai vaksin kedaluwasa," kata dia.

Reihana mengatakan, Provinsi Lampung memang pernah menerima dua kali limpahan vaksin Covid-19 dari provinsi lain yang expired.

Diantaranya Provinsi DKI Jakarta sebanyak 100 ribu dosis yakni vaksin Astra Zeneca, limpahan dari Provinsi Menado sebanyak 250 ribu.

Menanggapi hal ini, Plt Kepala Dinas Kesehatan Bandar Lampung Desti Mega Putri mengungkapkan, pemkot akan segera menghabiskan vaksin Pfizer tersebut. Menurut dia, vaksin Pfizer itu untuk penyuntikan dosis kedua.

"Tepatnya dosis kedua peserta gebyar vaksinasi yang dilakukan akhir September kemarin. Dimana jumlah masyarakat yang menerima adalah sama dengan dosis vaksin yang datang saat ini," imbuhnya.

Untuk penyerapannya, ia menyebut telah habis 20 ribuan dari total vaksin Pfizer yang diterima.

"Jumlah ini tidak bulat aktual, karena proses vaksinasi terus berlangsung," ucapnya.

Kondisi vaksin yang hampir kadaluarsa itu pun dijamin olehnya aman untuk diterima manusia.

"Jadi masyarakat tidak perlu takut. Dan diharap segera melakukan vaksinasi dosis kedua dari pelaksanaan Gebyar Vaksinasi. Pelaksananya bisa dilakukan di puskesmas terdekat," kata dia.

Varian Baru

Sementara Epidemiolog dari Centre for Environmental and Population Health Griffith University Australia Dicky Budiman meminta masyarakat mewaspadai

virus corona varian Delta AY4.2.

Menurutnya, ibarat bom waktu, virus corona varian Delta AY4.2, pada akhirnya akan masuk ke Indonesia.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved