Apa Itu
Apa Itu Sinopsis, Ciri-ciri, dan Fungsinya
Sinopsis seringkali berkaitan dengan karya sastra. Namun, apa itu sinopsis? Berikut penjelasan selengkapnya disertai dengan ciri-ciri dan fungsinya.
Penulis: Virginia Swastika | Editor: Kiki Novilia
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Sinopsis seringkali muncul di bagian belakang buku. Lantas, apa itu sinopsis?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sinopsis adalah ringkasan karangan yang biasanya diterbitkan bersama dengan karangan asli yang menjadi dasar sinopsis.
Sementara menurut Pamusuk Eneste dalam bukunya Penyuntingan Naskah (2005), sinopsis diartikan sebagai ringkasan pendek dari bentuk karangan asli yang panjang.
Sinopsis mudah ditemukan dalam karya sastra.
Sebab, sinopsis merupakan gambaran dari isi karya tersebut, dari awal hingga akhir.
Baca juga: Apa Itu Majas Personifikasi dalam Karya Sastra
Namun umumnya bentuknya bersifat lebih singkat dan ringkas.
Dikutip dari Kompas.com, berikut beberapa ciri-ciri sinopsis.
1. Umumnya isi naskah terdiri dari 3-10 halaman.
2. Alur naskah dibuat sama dengan alur cerita aslinya. Namun, untuk kronologis cerita dibuat singkat.
3. Isi ringkasan bersifat persuasif dengan tujuan pembaca tertarik untuk membaca atau melihat karya aslinya.
Baca juga: Apa Itu Fabel dalam Karya Sastra
4. Mengajak pembaca untuk memahami isi cerita.
5. Memancing penasaran pembaca dengan menampilkan konflik yang singkat atau menggantung.
Fungsi
Sebuah sinopsis menjadi istimewa bagi sebagian besar orang yang penasaran dengan isi dan alur cerita dari sebuah karya.
Dari sinopsi pembaca bisa mengidentifikasi seperti apa sebuah isi buku maupun alur sebuah film meski tidak bisa diketahui secara utuh.
Sinopsis juga mampu memberikan pandangan kronologis cerita.
Jika sebuah karya tersebut merupakan drama, sinopsis bisa memberikan masukan apakah ceritanya sudah bagus atau belum.
Bagi penerbit, keberadaan sinopsis dibuat untuk dijadikan bahan pertimbangan apakah sebuah buku harus terbit atau tidak.
Cara menulis
Terdapat kebebasan dalam menulis sinopsis.
Penulis juga boleh menggunakan bahasa puitis, formal, ataupun bahasa seni.
Namun, terdapat beberapa aturan agar sebuah sinopsis tidak keluar dari jalur isi cerita aslinya.
Untuk mencegahnya, penulis sinopsis harus terlebih dahulu membaca naskah aslinya atau melihat film yang akan dibuat sinopsis.
Hal ini penting agar penulis mengetahui gambaran secara umum.
Selain itu, hal lain yang perlu dilakukan adalah mencatat gagasan pokok.
Tulis tema dari cerita yang akan dibuat sinopsis, alur cerita seperti tempat dan waktu sebuah peristiwa, serta tokoh cerita.
Menulis ringkasan sesuai dengan gagasan utama yang ditemukan (merangkum catatan gagasan pokok).
Memilih kata yang mudah dipahami, efektif, dan menarik agar cerita singkat tersebut tetap bisa menggambarkan cerita aslinya.
Tidak menulis dialog atau monolog tokoh Dibuat tidak boleh menyimpang dari isi cerita secara utuh.
Contoh sinopsis singkat
Berikut contoh sinopsis novel Negeri 5 Menara (2009) karya Ahmad Fuadi dikutip dari Goodreads:
Alif lahir di pinggir Danau Maninjau dan tidak pernah menginjakkan tanah di luar ranah Minangkabau. Masa kecilnya adalah berburu durian runtuh di rimba Bukit Barisan, bermain bola di sawah berlumpur dan tentu mandi berkecipak di air biru Danau Maninjau.
Tiba-tiba saja dia harus naik bus tiga hari tiga malam melintasi punggung Sumatera dan Jawa menuju sebuah desa di Jawa Timur. Ibunya ingin dia menjadi Buya Hamka walau Alif ingin jadi Habibie.
Dengan setengah hati dia mengikuti perintah ibunya: belajar di pondok. Di kelas hari pertamanya di Pondok Madani (PM), Alif terkesima dengan “mantera” sakti Man Jadda Wa Jadda. Siapa yang sungguh-sungguh pasti sukses.
Dia terheran-heran menedengar komentator sepakbola berbahasa Arab, anak mengigau dalam bahasa Inggris, merinding mendengar ribuan oarng menyanyikan syair Abu Nawas dan terkesan melihat pondoknya setiap pagi seperti melayang di udara.
Baca juga: Apa Itu Antagonis dalam Karya Sastra
Itulah rangkuman penjelasan mengenai apa itu sinopsis. ( Tribunlampung.co.id / Virginia Swastika )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/apa-itu-gagasan-utama.jpg)