Lampung Barat
Bupati Parosil Tinjau Vaksinasi di Balik Bukit Lampung Barat
Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus melakukan tinjauan vaksinasi Covid-19 di Gedung Olah Raga (GOR) Aji Saka, Kawasan Sekuting Terpadu Pekon Watas, Ba
Penulis: Nanda Yustizar Ramdani | Editor: soni
Di akhir pidatonya, Parosil menyampaikan harapannya atas terselenggaranya kegiatan vaksinasi Covid-19 tersebut.
"Vaksinasi saat ini sudah menjadi syarat nomor satu dalam menjalankan aktivitas," tegas Parosil.
"Jika semua sudah divaksin, mudah-mudahan kabupaten yang kita cintai ini bisa bebas Covid-19 sehingga kita bisa menjalani kehidupan yang normal seperti sedia kala," pungkasnya.
Selanjutnya, giliran Kapolres Lampung Barat AKBP Hadi Saepul Rahman yang menyampaikan sambutannya.
"Kegiatan vaksinasi ini kami menyediakan dosis vaksin jenis Sinovac dan AstraZeneca untuk masyarakat umum," katanya.
"Dosis 2 kita sediakan jenis Sinovac sebanyak 689 dosis, sedangkan dosis 1 vaksin Astrazeneca sebanyak 400 dosis," imbuh Hadi.
Hadi melanjutkan, bila jatah dosis yang disediakan masih kurang, pihaknya akan menambal kekurangannya dengan mengambil vaksin Covid-19 di Puskesmas Liwa, Lampung Barat.
Di akhir sesi sambutannya, Hadi menyampaikan pesannya kepada masyarakat.
"Pesannya, agar masyarakat yang hendak mengikuti vaksin untuk menerapkan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 dan budayakan antri untuk menghindari kerumunan," tutupnya.
Tibalah bagi Ketua Tim GLD Lampung Barat Partinia Parosil Mabsus untuk memberikan beberapa patah kata.
"PeduliLindungi merupakan aplikasi yang dikembangkan untuk membantu instansi pemerintah dalam melakukan pelacakan digital guna menghentikan penyebaran Covid-19 yang dapat langsung diunduh di play store melalui ponsel pintar android," jelas Partinia sembari melakukan sosialisasi terkait dengan manfaat penggunaan aplikasi PeliliLindungi.
"Pengguna PeduliLindungi akan mendapatkan notifikasi jika berada di keramaian atau di kawasan zona merah," lanjutnya.
Selain itu, terus dia, pengguna juga akan mendapatkan peringatan jika di lokasi mereka berada, terdapat orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 atau terdapat pasien dalam pengawasan.
"Dengan adanya informasi lokasi pengguna yang dibagikan saat bepergian, memudahkan pemerintah untuk mengawasi dan mendeteksi pergerakan orang-orang yang terpapar Covid-19 selama 14 hari ke belakang," terang Paritinia.
"Pemerintah jadi lebih mudah mengidentifikasi dan mendeteksi masyarakat melalui lacak data lokasi dan informasi secara digital," imbuhnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/parosil-meninjau-vaksinasi-covid-19-di-gor-aji-saka.jpg)