Breaking News:

Kesehatan

Halo Dokter, Apa Itu Esofagitis dan Seperti Apa Gejalanya

Esofagitis merupakan penyakit yang menyerang organ pencernaan. Dilansir dari Healthline, esofagitis adalah peradangan yang terjadi pada kerongkongan.

Editor: Dedi Sutomo
Kompas.com
Ilustrasi radang tenggorokan. Halo Dokter, Apa Itu Esofagitis dan Seperti Apa Gejalanya. 

3. Esofagitis limfositik

Kondisi ini dapat terjadi saat esofagus atau kerongkongan mengalami peningkatan jumlah limfosit di lapisan esofagus.

Namun kondisi ini jarang terjadi.

Kemungkinan, esofagitis limfositik berkaitan dengan esofagitis eosinofilik atau GERD.

4. Esofagitis akibat obat

Obat-obatan yang berkaitan dengan penyakit esofagitis, antara lain:

a. Obat pereda nyeri, seperti aspirin, ibuprofen, dan naproxen sodium.

b. Antibiotik, seperti tetrasiklin dan doksisiklin.

c. Kalium klorida untuk mengobati kekurangan kalium.

d. Bifosfonat untuk pengobatan tulang lemah dan rapuh.

e. Quinidine untuk pengobatan masalah jantung.

5. Esofagitis menular

Esofagitis juga dapat menular saat penyebabnya adalah infeksi bakteri atau virus.

Jenis ini biasanya akan banyak ditemukan pada orang yang menderita HIV/AIDS atau penderita kanker.

Jamur Candida albicans yang ada di dalam kuku adalah penyebab utama esofagitis menular.

Infeksi itu seringkali dikaitkan dengan fungsi imunitas yang buruk, diabetes, kanker, dan lainnya.

Gejala esofagitis

Dirangkum dari Healthline, berikut beberapa gejala esofagitis:

1. Kesulitan menelan.

2. Sakit tenggorokan.

3. Suara serak.

4. Hearthburn

5. Refluks asam lambung.

6. Nyeri dada.

7. Mual.

8. Muntah.

9. Nafsu makan berkurang.

10. Batuk.

Faktor risiko

Beberapa kondisi dapat menyebabkan seseorang memiliki tingkat risiko yang tinggi dalam terserang esofagitis.

1. Sedang hamil.

2. Merokok.

3. Obesitas.

4. Berusia lanjut.

5. Gemar mengonsumsi banyak alkohol, kopi, cokelat, makanan berlemak, atau makanan peda.

6. Penggunaan obat tertentu.

7. Mengalami cedera tulang belakan.

8. Memiliki gangguan autoimun.

9. Punya alergi terutama pada makanan.

Pengobatan esofagitis

Perawatan atau pengobatan esofagitis dilakukan demi bisa mengurangi gejala.

Tak hanya itu, hal tersebut juga difungsikan untuk mencegah terjadinya komplikasi dan mengatasi penyebab esofagitis.

Dikutip dari Kompas.com, berikut beberapa cara mengobatinya:

1. Penderita refluks asam lambung akan diberikan obat yang menetralkan asam lambung atau menurunkan produksi asam lambung.

Contoh obat-obatannya, meliputi antasida, ranitidin, cimetidin, omeprazole, atau lansoprazole.

Namun apabila diperlukan, tindakan pembedahan dapat dilakukan.

2. Esofagitis infeksi akan direkomendasikan obat antibiotik, antivirus, atau antijamur sesuai dengan penyebab infeksi.

3. Akibat obat-obatan, penderita esofagitis akan diberikan obat hasil resep dokter yang memberikan obat tersebut.

Baca juga: Halo Dokter, Apa Itu Akalasia dan Cara Pencegahan Akalasia

4. Akibat alergi akan diberikan obat antialergi dan kortikosteroid, serta diminta untuk mengatur jenis makanan yang dikonsumsi. ( Tribunlampung.co.id / Virginia Swastika )

Baca kesehatan lainnya

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved