Pringsewu

Pringsewu Jadi Satu Model Implementasi Germas di Indonesia

Kabupaten Pringsewu di bawah kepemimpinan Bupati Sujadi menjadi kabupaten yang beruntung dipercaya menjadi satu model Germas di Indonesia.

Tribunlampung.co.id / Robertus Didik
Acara koordinasi penguatan Germas di Hotel Urban Pringsewu, Selasa, 16 November 2021. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Pemerintah Kabupaten Pringsewu menjadi satu dari enam kabupaten/kota di Indonesia yang ditunjuk sebagai model implementasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pringsewu Fadoli mengatakan, kabupaten/kota yang ditunjuk masuk dalam keanggotaan AKKOPSI (Asosiasi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi).

"Keanggotaan AKKOPSI ada sebanyak 492 kabupaten/kota," ujar Fadoli yang juga Koordinator Pelaksanaan Germas di Pringsewu, Selasa, 16 November 2021.

Oleh karena itu, kata dia, Kabupaten Pringsewu di bawah kepemimpinan Bupati Sujadi menjadi kabupaten yang beruntung dipercaya menjadi satu model Germas di Indonesia.

Baca juga: Pemkab Pringsewu Mulai Buka Lahan Untuk Pelebaran Jalinbar Lampung

Penunjukan tersebut, menurut Fadoli, berdasar peraturan bersama antara Menteri Bappenas, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri.

Ketentuan itu dikeluarkan mengingat konsep Germas tujuannya menjadi gerakan bersama.

Namun dalam implementasinya di daerah, masih banyak yang menerjemahkan sendiri-sendiri.

"Maka Pringsewu dijadikan satu model implementasi dari aturan bersama tersebut. Pringsewu (satu dari enam daerah) ditunjuk sebagai Germas Champion," katanya.

Fadoli mengungkapkan, dalam konsep Germas ini terdapat enam pilar yang didorong.

Yakni aktivitas fisik, peningkatan prilaku hidup sehat, penyediaan pangan sehat dan bergizi, peningkatan pencegahan penyakit dan deteksi dini penyakit menular, penyehatan lingkungan dan edukasi hidup sehat.

Fadoli mengungkapkan, keenam pilar tersebut telah diterapkan di Bumi Jejama Secancanan.

Seperti aktivitas fisik dengan model senam jantung sehat, senam lansia, bersepeda, gotong royong dan olahraga lainnya.

Lalu, dalam peningkatan prilaku hidup sehat terdapat lima pilar.

Yakni STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat), Kabupaten Pringsewu sudah ODF (Open Defecation Free).

Selanjutnya cuci tangan pakai sabun sudah digerakkan di masa pandemi.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved