Apa Itu
Apa Itu Campuran Warna
Percampuran warna seringkali dilakukan untuk menghasilkan warna baru. Namun, apa itu campuran warna?
Penulis: Virginia Swastika | Editor: Kiki Novilia
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Dalam membuat suatu karya, tak jarang aktivitas mencampurkan warna dilakukan. Namun, apa itu campuran warna?
Dikutip dari Kompas.com, Rabu (17/11/2021), Soekarno dan Lanawati Basuki menuliskan pendapat mereka tentang campuran warna di buku Panduan Membuat Desain Ilustrasi Busana yang terbit pada 2004 silam.
Menurut mereka, campuran warna adalah warna yang dihasilkan dengan mengombinasikan banyak warna, seperti percampuran dua warna primer dan kombinasi warna primer dengan sekunder.
Bila dua warna primer dicampur akan menghasilkan warna sekunder.
Sementara perpaduan warna primer dan sekunder akan menghasilkan warna baru lagi yang disebut dengan warna tersier.
Baca juga: Apa itu Wirausaha dan Karakteristiknya
Terdapat beberapa jenis campuran warna, di antaranya warna sekunder, warna tersier, dan warna netral.
Berikut penjelasannya yang dikutip dari buku A-Z Warna Interior Rumah Tinggal (2010) dalam Kompas.com.
1. Warna sekunder
Warna ini merupakan hasil dari perpaduan dua warna primer dengan perbandingan yang setara, yakni 1:1.
Adapun contoh campuran warna sekunder:
Baca juga: Apa Itu Sinopsis, Ciri-ciri, dan Fungsinya
a. Warna jingga merupakan hasil dari campuran merah dengan kuning.
b. Warna hijua merupakan hasil dari campuran biru dengan kuning.
c. Warna ungu, hasil dari campuran merah dan biru.
2. Warna tersier
Warna ini merupakan campuran warna primer dengan warna sekunder.
Apabila dipadukan, berikut beberapa hasilnya:
a. Warna cokelat, hasil dari warna merah, kuning, dan biru.
b. Warna jingga merupakan perpaduan warna kuning serta jingga.
c. Warna indigo (biru keunguan), hasil dari paduan warna biru dan ungu.
3. Warna netral
Pada jenis campuran warna yang ketiga, ada warna netral.
Warna ini merupakan hasil dari campuran ketiga warna, yakni warna primer, sekunder, dan tersier dengan perbandingan yang setara.
Perpaduan tersebut kemudian biasanya akan menghasilkan warna yang gelap kecokelatan.
Umumnya, warna ini seringkali menjadi penyeimbang warna kontras alam
Adapun contoh campuran warna netral ini berupa hitam dan putih.
Selain itu, simak juga definisi dari papan reklame yang membutuhkan paduan warna yang menarik.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), reklame adalah pemberitahuan kepada umum tentang barang dagangan.
Biasanya di dalamnya akan ditampilkan kata-kata dan gambar yang menarik.
KBBI juga memaknai reklame sebagai suatu iklan.
Sementara menurut Yulia Agustin dkk dalam Kompas.com berpendapat papan reklame adalah poster berukuran besar yang bertujuan untuk dilihat orang yang sedang melakukan perjalanan menggunakan kendaraan.
Selain itu, ada juga pengertian lain dari papan reklame.
Disebutkan bahwa papan reklame adalah iklan yang dicetak dan dipasang di tepi jalan untuk memberi tahu publik mengenal sebuah produk barang atau jasa dan dapat menimbulkan minat pembelian.
Secara umum, papan reklame dimanfaatkan untuk mengenalkan, mempromosikan produk di luar ruangan.
Namun, ada juga papan reklame yang dibuat untuk menginformasikan sesuatu kepada publik.
Disebutkan Turahyo dalam Kompas.com, peletakkan reklame di tempat yang ramai agar semakin banyak yang mengenal informasi tersebut.
Perihal isi papan reklame, umumnya akan sangat beragam, tergantung dengan tujuan penggunaannya.
Misalnya reklame promosi produk makanan.
Maka, di dalamnya akan berisikan foto, nama, dan slogan yang berkaitan dengan produk tersebut.
Tambahan, ada juga logo serta nama perusahaan yang memproduksinya.
Kelebihan atau keunggulan produk tersebut juga dapat diinformasikan dalam papan reklame.
Hal tersebut untuk meningkatkan minat pembaca untuk membeli atau menggunakan barang atau jasa yang ditawarkan.
Selain papan reklame, terdapat pula istilah poster dalam periklanan yang membutuhkan pewarnaan yang menarik.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), poster adalah plakat yang dipasang di tempat umum (berupa pengumuman atau iklan).
Sementara Kemdikbud RI mengartikan poster sebagai plakat yang dipajang di tempat-tempat umum.
Poster biasanya terdiri dari kata-kata dan gambar.
Karya seni tersebut juga memiliki suatu pesan yang ingin disampaikan.
Bisa dikatakan poster hampir sama dengan iklan, yakni pemberitahuan suatu ide, hal baru, atau hal penting kepada publik.
Umumnya, kata-kata yang dimuat lebih singkat, jelas, menarik, dan lengkap.
Pemasangannya seringkali ditujukan di ruang-ruang terbuka.
Berdasarkan kegunaanyan, fungsi poster dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
1. Poster pengumuman, berfungsi untuk mengumumkan sesuatu yang sifatnya bukan untuk mencari pengumuman.
2. Poster iklan, untuk menawarkan atau mengiklankan produk tertentu.
Ciri-ciri poster
Dikutip dari Kompas.com, berikut ciri-ciri poster:
1. Bahasa poster singkat, padat, dan komunikatif.
2. Bahasa poster bersifat persuasif.
3. Bahasa poster dilengkapi gambar, warna, foto, atau ilustrasi.
4. Ditempel di tempat-tempat umum.
Tujuan poster
Menurut Muhammad Yaumi dalam buku Media dan Teknologi Pembelajaran (2018), terdapat empat tujuan poster, antara lain:
1. Mengumumkan atau memperkenalkan
Poster ini biasa disebut sebagai poster informatif.
Tujuannya hanya untuk memberikan informasi tanpa mengandung unsur promosi atau propaganda.
Misalnya, poster informasi kegiatan, poster cara mencuci tangan, poster cara pendaftaran, dan lain-lain.
2. Mempromosikan layanan atau jasa
Poster juga dapat difungsikan sebagai alat promosi layanan atau jasa.
Biasanya, jenis poster ini yang sering dilihat.
Misalnya, poster promosi jasa pengiriman barang, penerjemah, potong rambut, hingga pelayanan kesehatan.
3. Menjual suatu produk
Menjual produk juga bisa dilakukan melalui poster.
Penggunaannya difungsikan sebagai media promosi yang diharapkan bisa meningkatkan kesadaran merek tertentu di mata masyarakat.
Contohnya, poster produk makanan cepat saji, makanan ringan, rokok, hingga produk kecantikan serta kesehatan.
4. Membentuk sikap atau propaganda
Dalam tujuan poster yang satu ini, poster difungsikan untuk memengaruhi orang lain seperti kampanye.
Selain itu, poster juga bertujuan dalam pembentukan sikap dan moral.
Contohnya, poster motivasi belajar, poster ajakan hidup sehat, menghemat energi, dan lain-lain.
Jenis poster
Dikutip dari Kompas.com, jenis poster berdasarkan tujuannya dibagi menjadi tiga, antara lain:
1. Informational poster, berisikan informasi yang belum banyak diketahui orang.
2. Educational poster, untuk mempromosikan produk. Poster ini mudah dijumpai di institusi pendidikan.
3. Poster komersial dan nonkomersial, berisikan promosi suatu barang atau jasa untuk meningkatkan penjualan.
Namun pada poster nonkomersial, jenis poster ini berisikan imbauan dan ajakan.
Sementara berdasarkan isinya, jenis poster dapat dibedakan menjadi tiga, yakni:
1. Poster niaga, berisikan informasi penawaran barang atau jasa tertentu.
2. Poster kegiatan, berisikan rincian informasi penting terkait suatu kegiatan.
3. Poster layanan masyarakat, berisikan informasi dan perjalanan yang bisa menyadarkan masyarakat.
Baca juga: Apa Itu Reboisasi
Itulah penjelasan mengenai apa itu campuran warna dan beberapa contoh benda yang membutuhkan pewarnaan yang menarik. ( Tribunlampung.co.id / Virginia Swastika )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/apa-itu-campuran-warna.jpg)