Kesehatan

Halo Dokter, Gejala dan Penanganan Diabetes Melitus pada Anak

diabetes melitus atau yang sering disebut orang sebagai kencing manis adalah penyakit yang disebabkan oleh gangguan atau kerusakan pada pankreas.

Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Jelita Dini Kinanti
dr Ismi. Gejala dan penanganan diabetes melitus pada anak.. 

Ada juga diabetes melitus kronik yang menyebabkan anak mengalami gangguan ginjal.

Selain kronik, ada juga diabetes melitus akut yang menyebabkan gula darah sangat tinggi yang disertai kerusakan organ lain.

Diabetes melitus akut ini yang sering menyebabkan anak meninggal dunia. 

Itu sebabnya diabetes melitus tidak bisa dibiarkan. Harus segera datang ke dokter untuk mendapatkan penanganan.

Menurut dr Ismi, penanganan diabetes melitus tipe 1 hanya suntik insulin.

Harus diketahui, insulin bukan obat melainkan hormon yang diperlukan oleh tubuh. 

Sedangkan untuk diabtes melitus tipe 2, terkadang tidak butuh suntik insulin.

Tapi butuh obat untuk memperbaiki kerja insulinnya. Selain itu juga harus diet dan olahraga.

Berbicara mengenai suntik insulin, dr Ismi mengatakan, suntik insulin harus dilakukan seumur hidup dengan dosis yang disesuaikan usia, berat badan dan diet pasien.

Lalu Cek gula darah dilakukan ideal 7 kali sehari, yaitu sebelum makan, sesudah makan dan tengah malam. 

Sebab hingga saat ini belum ada obat yang bisa memperbaiki kerusakan pankreas. 

Dosis suntik insulinnya disesuaikan dengan jumlah makanan yang dimakan anak.

Oleh sebab itu orangtua harus bisa mengontrol makanan anaknya.

Makanan itu bebas apa saja, kecuali gula.

Selain itu orangtua juga harus mengajari anaknya untuk diet jika anaknya diabetes melitus tipe 2, dan juga harus mengajari anaknya untuk olahraga.

Satu hal lagi orangtua jangan bosan mencari ilmu tentang diabetes, melitus, dan harus mengedukasi keluarganya tentang diabtes, karena anak dan orangtua butuh dukungan keluarga.

"Orangtua harus tau, kalau anak yang mengalami diabtes melitus, bisa tumbuh dan berkembang, bahkan bisa sukses seperti anak yang lainnya," kata dr Ismi.

(Tribunlampung.co.id/Jelita Dini Kinanti)

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved