Breaking News:

Lampung Barat

Bupati Lampung Barat Resmikan Tugu Kampung Sadar Kerukunan 

Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus meresmikan Tugu Kampung Sadar Kerukunan yang terletak di Pekon Srimenanti, Air Hitam, Lampung Barat

Penulis: Nanda Yustizar Ramdani | Editor: soni
Tribun Lampung / Nanda Yustizar Ramdani
Bupati Lampung Barat Resmikan Tugu Kampung Sadar Kerukunan 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG BARAT - Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus meresmikan Tugu Kampung Sadar Kerukunan yang terletak di Pekon Srimenanti, Air Hitam, Lampung Barat dan Gedung Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Air Hitam di Pekon Gunung Terang.

Kehadiran Bupati Parosil di Pekon Srimenanti tersebut disambut dengan budaya Bali Bale Ganjur, Hadrah, dan Tari Sembah Batin oleh masyarakat setempat.

Acara itu dimulai dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh lima orang pemuka agama secara bergiliran mulai dari agama Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, dan Budha.

Peresmian Tugu Kampung Sadar Kerukunan dan Gedung KUA itu ditandai dengan pemotongan pita, pembukaan selubung tugu, pelepasan balon ke udara, serta penandatanganan prasasti oleh Bupati Parosil Mabsus dan Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Lampung Juanda Naim.

"Selaku kepala daerah, saya memberi apresiasi khusus kepada Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Lampung dan Kepala Kantor Kemenag Lampung Barat yang telah membentuk Kampung Sadar Kerukunan ini," ujar Parosil dalam pidatonya, Selasa (23/11/2021).

Parosil mengaku bersyukur lantaran pihak Kemenag Provinsi Lampung dan Kemenag Kabupaten Lampung Barat telah berhasil mewujudkan apa yang menjadi angan-angannya.

"Alhamdulillah hari ini Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Lampung dan Kepala Kantor Kemenag Lampung Barat sudah mewujudkan angan-angan Pak Bupati membentuk Pekon Pancasila atau Kampung Sadar Kerukunan yang ada di Lampung Barat," kata dia.

Baca juga: Pelantikan Pengurus KBSB Lampung Barat, Parosil Mabsus Ajak Warga Minang Lestarikan Budaya

Menurutnya, menjaga kerukunan merupakan suatu hal yang sangat penting.

"Menjaga kerukunan bukan hanya tugas kementerian agama atau tokoh agama saja, tetapi menjaga kerukunan ini ialah tugas kita semua," terang Parosil.

"Indonesia yang terbentuk dari Sabang sampai Merauke ini bukan hanya terdiri dari satu agama atau suku saja, tetapi terbentuk dari kebersamaan seluruh komponen," sambungnya.

Parosil mengungkapkan, para pendiri bangsa dalam mendirikan NKRI dibutuhkan tenaga, materi, air mata, hingga nyawa para pendiri bangsa dengan mengangkat perbedaan sebagai konsep pemikirannya.

"Tugas kita hari ini menjaga kerukunan dari perbedaan itu. Kalau ada perbedaan, mari kita melihat ke belakang terbentuknya NKRI ini," tegasnya. ( Tribunlampung.co.id / Nanda Yustizar Ramdani )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved