Breaking News:

Metro

Pemkot Metro Lampung Siap Antisipasi Masuknya Varian Omicron

Pemerintah Kota (Pemkot) Metro siap mengantisipasi potensi masuknya varian baru virus corona B.1.1.529 atau Omicron.

Penulis: Indra Simanjuntak | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Indra Simanjuntak
Kadiskes Kota Metro Erla Andrianti. Pemkot Metro Lampung siap antisipasi masuknya varian omicron. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Pemerintah Kota (Pemkot) Metro siap mengantisipasi potensi masuknya varian baru virus corona B.1.1.529 atau Omicron.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro Erla Andrianti mengatakan, sejak tanggal 21 Oktober 2021 hanya terjadi satu kasus yang terkonfirmasi positif Covid-19 di wilayah setempat.

Namun demikian, pihaknya tetap melakukan antisipasi.

"Saat ini belum ada info apa-apa kepada kami. Walaupun tidak ada kasus yang terjadi, pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dan ikut vaksin," tukasnya, Rabu (1/12/2021).

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kota Metro ini mengaku, saat ini kondisi kian membaik dengan dukungan masyarakat yang sadar akan vaksinasi dan penerapan protokol kesehatan.

Dimana capaian vaksin sudah lebih dari 100 persen. 

Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Metro Bangkit Haryo Utomo menambahkan, untuk meminimalisir adanya lonjakan kasus covid-19, pihaknya meminta masyarakat serta ASN untuk kompak dalam mematuhi aturan pemerintah. 

"Kalau pemerintah saja tidak akan mampu, tapi jika masyarakat mendukung dan mengikuti aturan kita bisa. Jadi perlu kekompakan antara masyarakat, agar penerapan protokol kesehatan berjalan dengan baik. Dan yang tidak kalah penting mengurangi mobilitas ke luar daerah," imbuhnya. 

Diketahui, varian baru corona B.1.1.529 menjadi kekhawatiran baru dunia.

Strain yang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan ini membuat banyak negara memperketat karantina serta menangguhkan sementara perjalanan dari negeri.

Baca juga: Libur Nataru di Lampung, DPRD Metro Dukung Pembatasan Aktivitas Masyarakat

Omicron telah diklasifikasikan sebagai "varian of concern" oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang berarti lebih menular, lebih ganas atau lebih terampil menghindari tindakan kesehatan masyarakat, vaksin dan terapi.

(Tribunlampung.co.id/Indra Simanjuntak)

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved