Pringsewu
12 Kasus Kebakaran di Pringsewu, Mayoritas Dipicu Korsleting Listrik
Kasi Kesiapsiagaan BPBD Pringsewu Agus Purnomo mengungkapkan, mayoritas kebakaran yang terjadi tersebut karena korsleting listrik.
Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono | Editor: Daniel Tri Hardanto
Berharap Pekon Bentuk Destana
Dalam mengantisipasi bencana di Kabupaten Pringsewu, BPBD Pringsewu juga memberikan pelatihan tanggap bencana secara lokal desa.
Pelatihan tersebut bekerjasama dengan Tagana (Taruna Siaga Bencana).
Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas SDM pemerintah pekon dan unsur pemuda.
Supaya meningkatkan pemahaman kesiapsiagaan mengahdapi bencana. Mengingat bencana bisa terjadi kapan saja.
Terutama pemahaman mengenai proteksi dini kebakaran gedung dan bangunan.
Kasi Kesiapsiagaan BPBD Pringsewu Agus Purnomo mengatakan, terkait pemahaman Desa Tangguh Bencana juga diberikan pada pelatihan itu.
Agus juga memperkenalkan Aplikasi InaRISK Personal, merupakan aplikasi yang berisikan informasi tingkat bahaya suatu wilayah.
Aplikasi itu dilengkapi dengan rekomendasi aksi untuk melakukan antisipasinya secara partisipatif.
Dia berharap pemerintah pekon dengan kemampuan yang ada segera membentuk Kepengurusan Desa Tangguh Bencana (Destana) dan dengan didukung Dana Desa.
( Tribunlampung.co.id / Robertus Didik Budiawan )