Pringsewu
Peternak di Pringsewu Pilih Jual Bebek Olahan
Warga Pekon Waluyojati, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu ini enggan menjual ternak bebeknya ke tengkulak.
Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono | Editor: Daniel Tri Hardanto
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Tengkulak dinilai telah memonopoli harga ternak bebek.
Oleh karena itu, nilai jual unggas ini dianggap masih belum sesuai dengan biaya produksi yang dikeluarkan.
Sejumlah peternak di Pringsewu pun memilih untuk tidak menjual bebek hidup.
Melainkan menjualnya secara olahan.
Baca juga: Disnakkeswan Lampung Selatan Kembali Berikan Bantuan Ternak bagi Kelompok Tani
Seperti yang dilakukan peternak bebek di Pringsewu bernama Muhlasin (45).
Warga Pekon Waluyojati, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu ini enggan menjual ternak bebeknya ke tengkulak.
Sebab, dia tidak bisa menentukan harga yang ideal.
Apalagi bebek hidup hanya dihargai Rp 40 ribu per ekor.
"Oleh karena itu, saya hanya menjual bebek olahan," ujar Muhlasin, Minggu (5/12/2021).
Baca juga: Arya Saloka Ingin Bisnis Ternak Sapi Setelah Tinggalkan Dunia Hiburan
Setiap harinya, dia memotong bebek untuk penjualan bebek olahan 5-10 ekor.
Bebek olahan ini harganya lumayan tinggi ketimbang bebek hidup.
Menurut Muhlasin, bebek yang sudah diungkep harganya bisa mencapai Rp 70 ribu per ekor di Pringsewu.
Sementara di Bandar Lampung, harganya bisa Rp 85 ribu per ekor.
( Tribunlampung.co.id / Robertus Didik Budiawan )