Kesehatan

Halo Dokter, Apa yang Disebut Penyakit Eritroderma dan Bagaimana Cara Mengatasinya

Pernah mendengar adanya penyakit yang membuat kulit tubuh mengelupas? Dalam dunia kedokteran, penyakit kulit ini disebut eritroderma.

Tayang:
Editor: Dedi Sutomo
Tribunlampung.co.id/Jelita Dini Kinanti
dr Desidera Husadani. Halo Dokter, Apa yang Disebut Penyakit Eritroderma dan Bagaimana Cara Mengatasinya. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Pernah mendengar adanya penyakit yang membuat kulit tubuh mengelupas?

Dalam dunia kedokteran, penyakit kulit ini disebut eritroderma.

Lalu, apa sebenarnya penyakit kulit eritroderma? Berikut pejelasannya.

Penyakit kulit eritroderma tak hanya pada sebagian kulit. Tetapi juga bisa menyerang seluruh kulit tubuh manusia.

dr Desidera Husadani, Sp.DV dari Klinik Skin Rachel mengatakan, kulit mengelupas itu akan menyebabkan kulit terasa perih, menggigil, dan penguapan cairan kulit yang menyebabkan tubuh rentan mengalami dehidrasi.

Baca juga: Halo Dokter, Apa Itu Skin Barrier yang Jadi Benteng Pertahanan Kulit

Jika tidak segera diobati akan menyebabkan meninggal dunia.

Pengobatannya harus dilakukan di rumah sakit, karena harus mendapatkan pengobatan dan infus yang langsung ke pembuluh darah.

Selama pengobatan berlangsung tidak boleh mandi air dingin karena dikhawatirkan akan membuat tubuh semakin mengigigil.

Saat mandi harus menggunakan sabun yang lembut. Setelah pengobatan, eritroderma akan sembuh.

Tapi diawal kesembuhan kulit lebih sensitif dan gampang merah, serta keringat tidak terkontrol.

Baca juga: Halo Dokter, Apa Itu Eritroderma

Setelah itu lama kelamaan akan kembali normal.

Eritroderma ini disebabkan oleh penyakit kulit yang tidak segera diobati atau pengobatannya terlalu bersifat iritasi.

Penyakit kulit tersebut bisa apa saja seperti eksim dan dermatitis atopik. 

Penyakit kulit tersebut merupakan pertanda skin barrier rusak.

Penyebabnya adalah faktor genetik.

Selain faktor genetik, skin barrier rusak juga bisa karena faktor luar seperti trauma kulit, paparan sinar matahari dan polusi, serta serangan bakteri, virus, maupun jamur.

Ciri-ciri skin barrier rusak karena faktor luar adalah kulit terlalu kering, tampak ada sisik, ada seperti putih-putih, kusam, mengelupas, dan kemerahan. Kulit juga akan terasa gatal dan perih. 

Jika skin barrier sudah rusak maka yang paling utama adalah memberikan pelembab pada kulit. Ada tiga fungsi pelembab yakni untuk menutup lapisan kulit agar kulit bisa terlindungi, menarik air dari udara sekitar, dan mengisi celah-celah di stratum korneum.

Stratum korneum bentuknya seperti susunan batu bata dan semen-semen.

Kalau startum korneum rusak, maka semen akan hilang atau kurang dan batu bata akan berantakan.

"Untuk itu diperlukan pelembab untuk mengisi celah-celah batu bata tersebut, agar batu bata yang berantakan bisa tersusun utuh kembali," ucap dr Desidera.

Selain pelembab, harus diberikan obat-obatan jika skin barrier rusak menyebabkan penyakit.

Misalnya penyakit itu adalah dermatitis atopik maka akan diberi obat-obatan untuk mengobati dermatitis atopiknya.

Kerusakan skin barrier sebenarnya bisa dicegah.

Caranya dengan rajin menggunakan pelembab.

Untuk wajah, selain pelembab, bisa juga dengan menggunakan rangkaian skincare.

Skin Barrier adalah pertahanan yang terdapat pada kulit yang berfungsi untuk mencegah bakteri dan kuman masuk ke tubuh.

Selain itu juga berfungsi untuk mempertahankan suhu tubuh. 

(Tribunlampung.co.id/Jelita Dini Kinanti)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved