Kesehatan

Halo Dokter, Apa Itu Skin Barrier yang Jadi Benteng Pertahanan Kulit

Kulit memiliki kemampuan pertahanan guna mencegah bakteri atau kuman masuk ke dalam tubuh.

Tayang:
Editor: Dedi Sutomo
Tribunlampung.co.id / Jelita Dini Kinanti
dr Desidera Husadani, Sp.DV dari Klinik Skin Rachel. Halo Dokter, Apa Itu Skin Barrier yang Jadi Benteng Pertahanan Kulit. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Kulit memiliki kemampuan pertahanan guna mencegah bakteri atau kuman masuk ke dalam tubuh.

Kemampuan pertahanan ini dikenal dengan istilah skin barrier.

Tak hanya mencegah kumana atau bakteri masuk ke tubuh, fungsi dari skin barrier ini juga untuk mempertahankan suhu tubuh. 

Lalu, apa itu skin barrier?, berikut penjelasan dari dokter.

dr Desidera Husadani, Sp.DV dari Klinik Skin Rachel mengatakan, skin barrier ada di epidermis (lapisan atas kulit) dan dermis (lapisan bawah kulit).

Baca juga: Halo Dokter, Bagaimana Mengenali Gejala Radang Usus

Menurutnya skin barrier paling atas terletak di stratum korneum yang berada di epidermis.

Dan skin barrier tersebut bisa rusak karena faktor genetik.

Jika sudah rusak karena faktor genetik, akan timbul penyakit kulit seperti dermatitis atopik dan pembelahan kulit yang terlalu luar biasa sehingga kulit menjadi terkelupas dan bersisik. 

"skin barrier juga bisa rusak karena faktor luar seperti trauma kulit, paparan sinar matahari dan polusi, serta serangan bakteri, virus, maupun jamur," kata dr Desidera.

Ciri-ciri skin barrier rusak karena faktor luar adalah kulit terlalu kering, tampak ada sisik, ada seperti putih-putih, kusam, mengelupas, dan kemerahan. Kulit juga akan terasa gatal dan perih. 

Baca juga: Halo Dokter, Gejala Omicron Ringan tapi Penularan Lebih Cepat

Jika skin barrier sudah rusak maka yang paling utama adalah memberikan pelembab pada kulit.

Ada tiga fungsi pelembab yakni untuk menutup lapisan kulit agar kulit bisa terlindungi, menarik air dari udara sekitar, dan mengisi celah-celah di stratum korneum.

Stratum korneum bentuknya seperti susunan batu bata dan semen-semen.

Kalau startum korneum rusak, maka semen akan hilang atau kurang dan batu bata akan berantakan.

"Untuk itu diperlukan pelembab untuk mengisi celah-celah batu bata tersebut, agar batu bata yang berantakan bisa tersusun utuh kembali," ucap dr Desidera.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved