Berita Terkini Nasional

Kronologi Pemuda Bunuh Gadis 15 Tahun di Lampung, Kenalan dari MiChat

Muh Tholif (33), warga asal Jagabaya II, Bandar Lampung, mengaku terpaksa jadi pemuda bunuh gadis di bawah umur lantaran disuruh orang lain.

Editor: Kiki Novilia
Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus
Muh Tholif (33) dihadirkan dalam ekspose kasus pembunuhan seorang gadis di Mapolres Lampung Selatan, Senin (13/12/2021). Berikut kronologi pemuda bunuh gadis di Lampung. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG SELATAN - Muh Tholif (33), warga asal Jagabaya II, Bandar Lampung, mengaku terpaksa jadi pemuda bunuh gadis di bawah umur lantaran disuruh orang lain.

Ia dijanjikan imbalan sebesar Rp 500 ribu jika bersedia melakukan pembunuhan tersebut.

Tholif diamankan petugas gabungan, Senin (13/12/2021) sekira pukul 02.00 WIB. 

Sementara jenazah korban berinisial PA (15) ditemukan di sebuah rumah kosong di Desa Sabah Balau, Kecamatan Tanjung Bintang, Lampung Selatan, pada Minggu (5/12/2021).

Kapolres Lampung Selatan AKBP Edwin mengatakan, Tholif mengaku diperintah oleh S untuk menghabisi nyawa PA.

Baca juga: Pembunuhan Gadis 15 Tahun di Lampung Selatan, Pelaku Sempat Belikan Korban Daster dan Bulu Mata

Namun, pihaknya masih mendalami keterangan pelaku terkait keterlibatan S yang ternyata adalah teman korban.

"Dari keterangan pelaku sementara, dia awalnya hanya mengenal S. Lalu pelaku diminta oleh S untuk menghabisi nyawa korban. Pelaku dijanjikan uang sebesar Rp 500 ribu oleh S untuk menghabisi nyawa korban. Dan pelaku mengiyakan tawaran tersebut," kata Edwin saat menggelar ekspose, Senin (13/12/2021).

Kapolres Lampung Selatan AKBP Edwin memberikan keterangan terkait penemuan mayat gadis di Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan, Senin (13/12/2021).
Kapolres Lampung Selatan AKBP Edwin memberikan keterangan terkait penemuan mayat gadis di Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan, Senin (13/12/2021). (Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus)

 

Edwin menuturkan, Tholif dan korban berkenalan melalui aplikasi MiChat.

Dari aplikasi itulah mereka bertukaran nomor WhatsApp.

Lalu mereka menjalin komunikasi.

Baca juga: Pelaku Pembunuhan di Lampung Selatan Mengaku Dipuji Korbannya: Dia Bilang Saya Baik

Hingga suatu saat, pelaku mengajak korban jalan-jalan.

"Ia membelikan korban sepotong daster dan bulu mata," jelasnya.

Edwin mengatakan, dari penuturan Tholif, korban sangat senang atas pemberian tersebut.

"Dia (korban) bilang saya baik karena udah beliin dia baju, beliin dia bulu mata," kata Edwin menirukan ucapan Tholif.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved