Muktamar NU

Muktamar NU 2021, Dua Calon Ketum PBNU Saling Klaim Dapat Suara Mayoritas

Dalam Muktamar NU 2021, Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya dan Kiai Said Aqil Siradj digadang-gadang sebagai kandidat kuat ketum PBNU.

Tayang:
Editor: Kiki Novilia
KOMPAS.com Achmad Faizal/Slamet Priyatin
Ilustrasi KH Said Aqil Siroj (kiri) dan KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya (kanan). Muktamar NU 2021, Dua Calon Ketum PBNU Saling Klaim Dapat Suara Mayoritas 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Perhelatan akbar Muktamar NU 2021 dimulai pada hari ini hingga Kamis (23/12/2021) besok di tiga tempat di Lampung.

Dalam gelaran Muktamar NU itu, akan dilakukan pemilihan ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) selanjutnya. 

Adapun mencuat dua nama yakni Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya dan Kiai Said Aqil Siradj yang digadang-gadang sebagai kandidat kuat ketum PBNU selanjutnya. 

Terkait pemilihan tersebut, Gus Yahya mengklaim sudah mengantongi 469 suara jelang Muktamar Ke-34 NU.

Ia bahkan menegaskan jika suara tersebut bukan sekadar klaim.

Baca juga: Muktamar NU 2021, Presiden Joko Widodo dan Wapres Maruf Amin Tiba di Lampung

“Dukungan itu solid dan bisa dicek langsung dari mana saja dukungan itu. Semua real, bukan sekedar klaim angka-angka,” kata Gus Yahya dalam konferensi pers bertajuk “Ngopi Bareng Gus Yahya dari Arena Muktamar” di Hotel Novotel, Kota Bandar Lampung, Selasa (21/12/2021) siang.

Gus Yahya mengaku, informasi soal 469 suara dukungan itu berasal dari Gus Ipul.

“Beliau yang mengawal suara dukungan itu, dan saya menerima laporannya,” ujar dia.

Jika Gus Yahya mengklaim mendapat 469 suara, maka sejatinya pemilihan ketua umum sudah selesai sebelum muktamar dibuka.

Namun, masalahnya, calon lain yakni Kiai Said Aqil juga mengklaim mendapat dukungan suara mayoritas.

Baca juga: Muktamar NU 2021, Sosok 2 Calon Kuat Ketum PBNU Gus Yahya dan KH Said Aqil Siradj

Dalam beberapa kesempatan, kubu Kiai Said Aqil menyebut angka 389 suara dukungan untuk menjabat periode ketiga memimpin PBNU.

Jika suara Gus Yahya yang 469 dan suara Kiai Said yang 389 dijumlahkan, maka total terdapat 858 suara.

Padahal, menurut Gus Ipul, jumlah suara yang memiliki hak pilih totalnya 587, namun karena ada sejumlah kepengurusan yang bermasalah, maka total suara sah dalam muktamar kali ini sebanyak 519.

Dengan demikian, ada kelebihan 339 suara. 

Menurut Gus Ipul, angka 469 suara dukungan yang dipaparkan Gus Yahya semaunya real dan jelas siapa orangnya, siapa pengurusnya.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved