Muktamar NU

Muktamar NU 2021, Singgung Karakter Pewaris NU, KH Miftachul Akhyar: Harus Mendunia

Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar dalam sambutannya pada pembukaan Muktamar NU 2021 singgung soal kepribadian pewaris NU.

Penulis: Virginia Swastika | Editor: Dedi Sutomo
Facebook Tribun Lampung
Ilustrasi KH Miftachul Akhsyar. Muktamar NU 2021, KH Miftachul Akhsyar Singgung Karakter Pewaris NU Harus Mendunia. 

Selain itu, Miftachul Akhyar menambahkan NU memiliki tugas yang cukup penting dalam hal memanfaatkan potensi yang ada dengan baik dan benar.

Pasalnya bila tidak dikelola dengan baik hal tersebut dapat berakibat fatal dan menyebabkan perpecahan.

"Menjamiahkan jamaah dengan segala potensinya yang berkekuatan raksasa ini menjadi pekerjaan rumah terpenting dari sekian pekerjaan rumah yang lain."

"Sebab potensi raksasa ini kalau tidak dikelola dengan baik dan benar justru akan menjadi beban dan terpecah belah, menjadi bulan-bulanan dan diperebutkan oleh kelompok-kelompok yang lain," imbuhnya lagi.

Di samping itu, RaIs Aam PBNU tersebut mengajak peserta Muktamar NU 2021 untuk dapat menyongsong NU yang lebih baik lagi.

"Marilah kita songsong satu abad untuk masuk ke abad kedua Nahdlatul Ulama dengan menyegarkan kembali gerakan dan sistem komando kita agar posisi Nahdaltul Ulama sebagai ashabul haq sekaligus ashabul qarar  dapat terwujud dalam berbagai dimensi kehidupan dan kebangsaan dan kemaslahatan kita," tambah KH Miftachul Akhyar.

KH Miftakhul Akhyar Bersyukur Tugasnya Sebagai Rais Aam PBNU Selesai

Dalam gelaran Muktamar NU 2021, KH Miftakhul Akhyar bersyukur tugasnya sebagai Rais Aam PBNU selesai dalam waktu yang tak terlalu lama lagi.

Diketahui, pelaksanaan pembukaan Muktamar ke-34 NU digelar di Ponpes Daarussa'adah, Lampung Tengah, Lampung, pada Rabu 22 Desember 2021.

Dalam kesempatan sambutannya, Rais Aam PBNU KH Miftakhul Akhyar bersyukur atas terselenggaranya Muktamar ke-34 NU tersebut.

Pasalnya, gelaran Muktamar ini mengalami penundaan akibat pandemi Covid-19 dari seharusnya digelar Agustus 2020.

"Tidak terasa pengurus PBNU hasil Muktamar NU ke-33 yang dilaksanakan pada 1-4 Agustus 2015 mendapat bonus kurang lebih 1,5 tahun dan itu telah terlewati," ujar Kiai MiftakhuL dalam pidato pembukanya, Rabu (22/12/2021).

Kiai Mif menceritakan, dia menerima mandat untuk menjabat Rais Aam pada 22 September 2018.

Dia pun bersyukur melalui Muktamar ini, menandakan akhir masa tugasnya.

"Al fakir Miftakhul Akhyar menerima mandat sebagai Pj Rais Aam pada 22 September 2018 dan segera berakhir beberapa saat lagi," katanya.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved