Muktamar NU
Muktamar NU 2021, Singgung Karakter Pewaris NU, KH Miftachul Akhyar: Harus Mendunia
Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar dalam sambutannya pada pembukaan Muktamar NU 2021 singgung soal kepribadian pewaris NU.
Penulis: Virginia Swastika | Editor: Dedi Sutomo
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar singgung soal harapannya mengenai karakter pewaris Nadhlatul Ulama (NU).
Hal itu disampaikan KH Miftachul Akhyar saat menghadiri pembukaan Muktamar ke-34 NU di Pondok Pesantren Darussa’adah, Lampung Tengah, hari ini, Rabu (22/12/2021).
Menurutnya, para pewaris NU haruslah bisa menjadi sosok yang mendunia.
"Rasulullah Allah dan para nabinya, terutama Rasulullah SAW adalah untuk dunia bahkan alam semesta, maka para pewarisnya itu Nahdlatul Ulama harus juga mendunia dan sekarang sedang dinantikan kiprahnya di dunia," kata Miftachul.
Menurutnya, demi mendukung tujuan tersebut, pewaris NU harus memiliki karakter baik yang kokoh.
"Maka karakter-karakter yang mendunia harus terus digali dengan diperkokoh. Sifat-sifat membebek, gerutak-gerutuk, latah segera kita enyahkan," tambahnya lagi.
Baca juga: Muktamar NU 2021, Said Aqil Sampaikan Konsep Kemandirian untuk Perdamaian Dunia Menuju Satu Abad NU
Ia juga berharap agar kader organisasi keagamaan itu dapat menunjukkan semangat dalam menjaga idealisme dalam bersikap baik.
Pasalnya, dirinya percaya bahwa sifat-sifat latah hanya akan merusak kemaslahatan manusia.
"Kader Nahdaltul Ulama harus mampu menunjukkan kepribadian dan semangat menuju kebaikan serta menjaga idealisme dalam bersikap.
"Ikut-ikutan orang lain dan menjadi latah hanya akan membuat kita terpecah belah, terombang-ambing, dan menjadi bulan-bulanan."
"Dengan perpecahan tidak ada satu kebaikan yang akan dianugerahkan Allah kepada seseorang pun, baik orang-orang terdahulu maupun orang yang akan datang belakangan," tambahnya.
Baca juga: Muktamar NU 2021, Presiden Jokowi Peringatkan NU Soal Sikap Hadapi Peradaban Dunia
Miftachul Akhyar juga mengakui kekuatan besar yang dimiliki para kader NU.
Sayangnya, di matanya, NU masih belum sepenuhnya memosisikan diri di tempat yang semestinya.
"Kekuatan jamiatun Nahdlatul Ulama sebenarnya sangat luar biasa, tapi selama ini warga Nadhaltul Ulama yang hanya memosisikan diri sebagai jamaah belum ber-jamiah. Inilah yang perlu kita jamiahkan."
"Jangan sampai nanti warga tercerai berai hanya untuk kepentingan sesaat. Mereka harus mengikuti satu pemandu yang dikomando dari PBNU dan didukung dari para Mustasyarin dan para ulama panutan kita," sambungnya.
Selain itu, Miftachul Akhyar menambahkan NU memiliki tugas yang cukup penting dalam hal memanfaatkan potensi yang ada dengan baik dan benar.
Pasalnya bila tidak dikelola dengan baik hal tersebut dapat berakibat fatal dan menyebabkan perpecahan.
"Menjamiahkan jamaah dengan segala potensinya yang berkekuatan raksasa ini menjadi pekerjaan rumah terpenting dari sekian pekerjaan rumah yang lain."
"Sebab potensi raksasa ini kalau tidak dikelola dengan baik dan benar justru akan menjadi beban dan terpecah belah, menjadi bulan-bulanan dan diperebutkan oleh kelompok-kelompok yang lain," imbuhnya lagi.
Di samping itu, RaIs Aam PBNU tersebut mengajak peserta Muktamar NU 2021 untuk dapat menyongsong NU yang lebih baik lagi.
"Marilah kita songsong satu abad untuk masuk ke abad kedua Nahdlatul Ulama dengan menyegarkan kembali gerakan dan sistem komando kita agar posisi Nahdaltul Ulama sebagai ashabul haq sekaligus ashabul qarar dapat terwujud dalam berbagai dimensi kehidupan dan kebangsaan dan kemaslahatan kita," tambah KH Miftachul Akhyar.
KH Miftakhul Akhyar Bersyukur Tugasnya Sebagai Rais Aam PBNU Selesai
Dalam gelaran Muktamar NU 2021, KH Miftakhul Akhyar bersyukur tugasnya sebagai Rais Aam PBNU selesai dalam waktu yang tak terlalu lama lagi.
Diketahui, pelaksanaan pembukaan Muktamar ke-34 NU digelar di Ponpes Daarussa'adah, Lampung Tengah, Lampung, pada Rabu 22 Desember 2021.
Dalam kesempatan sambutannya, Rais Aam PBNU KH Miftakhul Akhyar bersyukur atas terselenggaranya Muktamar ke-34 NU tersebut.
Pasalnya, gelaran Muktamar ini mengalami penundaan akibat pandemi Covid-19 dari seharusnya digelar Agustus 2020.
"Tidak terasa pengurus PBNU hasil Muktamar NU ke-33 yang dilaksanakan pada 1-4 Agustus 2015 mendapat bonus kurang lebih 1,5 tahun dan itu telah terlewati," ujar Kiai MiftakhuL dalam pidato pembukanya, Rabu (22/12/2021).
Kiai Mif menceritakan, dia menerima mandat untuk menjabat Rais Aam pada 22 September 2018.
Dia pun bersyukur melalui Muktamar ini, menandakan akhir masa tugasnya.
"Al fakir Miftakhul Akhyar menerima mandat sebagai Pj Rais Aam pada 22 September 2018 dan segera berakhir beberapa saat lagi," katanya.
Dia berharap dengan kekurangannya selama menjabat Rais Aam, semua warga Nahdliyin dan seluruh jajaran pengurus PBNU bisa membukakan pintu maaf untuknya.
"Namun, semoga para muassis memahami dan memaafkan al fakir ini, amin ya rabbal alamin," pungkasnya.
Hadir pada acara ini Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Maruf Amin, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, Menteri PDTT Abdul Halim Iskandar.
Kemudian, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar, Wasekjen Golkar Lodewijk Freidrich Paulus, serta jajaran para kiai dan ulama NU kondang lainnya.
Apresiasi Penanganan Covid-19
Di sisi lain, dalam sambutan saat membuka Muktamar NU 2021, Presiden Joko Widodo apresiasi NU sudah bantu pemerintah dalam penanganan Covid-19.
Diketahui, Presiden Joko Widodo membuka secara resmi Muktamar ke-34 NU di Pondok Pesantren Darussa’adah, Gunung Sugih, Lampung Tengah, Rabu (22/12/2021).
Peresmian Muktamar NU ditandai dengan pemukulan rebana oleh Presiden Jokowi.
Tak sendiri, Jokowi didampingi Wakil Presiden, KH Ma’ruf Amin; Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar; Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj; Menteri Sekretaris Negara, Pratikno; Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas; dan Gubernur Provinsi, Lampung Junaidi.
“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, saya secara resmi membuka Muktamar ke-34 NU,” kata Jokowi menutup pidato sambutannya.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada NU yang telah membantu pemerintah dalam menenangkan masyarakat di masa pandemi Covid-19.
Terima kasih juga ia ucapkan karena NU telah mengajak masyarakat untuk terus menaati protokol kesehatan dan mengikuti program vaksinasi.
“Kedua, juga terima kasih Nahdlatul Ulama yang telah mengajak untuk menaati prokes dan ikut berbondong-bondong dalam program vaksinasi,” ucapnya.
“Ini saya rasakan betul ajakan para kiai dan ulama untuk ikut vaksinasi,” lanjutnya.
Presiden Jokowi juga mengapresiasi penerapan prokes yang ketat dengan pendampingan dari Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 dalam penyelenggaraan Muktamar ke-34 NU.
Jokowi berharap, para peserta dapat kembali dengan sehat.
“Saya mengapresiasi protokol kesehatan didampingi satgas."
"Insya Allah kita kembali ke daerah masing-masing dalam keadaan sehat,” ujar Presiden kelahiran Surakarta pada 21 Juni 1961 itu.
Ia juga berterima kasih kepada NU yang terus senantiasa mengawal kebangsaan, toleransi, kemajemukan, Pancasila, UUD 1945, kebinekaan, NKRI.
“Kita harapkan dengan itu, kita terus bisa menjaga dan merawat bangsa dan negara yang kita cintai,” harapnya.
Gelaran Muktamar NU 2021 juga dihadiri Wakil Presiden 2004-2009 dan 2014-2019, Jusuf Kalla; Jajaran Menteri Kabinet; Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), H Abdul Muhaimin Iskandar.
Baca juga: Muktamar NU 2021, Said Aqiel Siradj Singgung Jokowi Pakai Sarung dan Peci
Hadir pula para rais dan katib syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), para ketua dan sekretaris tanfidziyah PBNU, dan perwakilan peserta Muktamar.
Muktamar merupakan forum permusyawaratan tertinggi di NU.
Selama 2-3 hari forum ini akan membahas hal-hal strategis terkait persoalan kebangsaan dan keumatan, menghasilkan rekomendasi untuk pemerintah dan masyarakat secara umum.
Serta menetapkan pemimpin baru untuk masa khidmah berikutnya. ( Tribunlampung.co.id / Virginia Swastika )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Muktamar-NU-2021-KH-Miftachul-Akhsyar-Singgung-Karakter-Pewaris-NU-Harus-Mendunia.jpg)