Breaking News:

Muktamar NU

Muktamar NU 2021 di Lampung, Para Pedagang Kaus dan Suvenir Raup Omzet Puluhan Juta

Pelaksanaan Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) di Provinsi Lampung membawa berkah kepada para pedagang yang berjualan souvenir.

Penulis: Bayu Saputra | Editor: Dedi Sutomo
Tribunlampung.co.id / Bayu Saputra
Kegiatan Muktamar ke-34 NU di Lampung membawa berkah tersendiri bagi pedagang kaus dan souvenir. Para pedagang mendapatkan omset puluhan juta. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Pelaksanaan Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) di Provinsi Lampung membawa berkah kepada para pedagang yang berjualan souvenir.

Seperti terlihat di sekitaran GSG Universitas Lampung yang jadi lokasi kegiatan Muktamar.

Ana, seorang pedagang baju bergambar Gus Dur dan kaus lainnya yang bernuansakan NU mengatakan, sampai dengan malam penutupan mampu meraup untuk Rp 70 juta.

Ana berjualan baju kaos di pelajaraan Perpustakaan Unila.

"Alhamdulillah saja berkah juga bagi kami penjual kaus, karena berkah Muktamar NU dan rezeki bagi kami penjual kaus, " kata Ana yang beralamat di Tanjungkarang Pusat ini.

Baca juga: Muktamirin Bersitegang Dengan Panitia Jelang Pemilihan Rais Aam PBNU

Menurutnya, kaos yang paling banyak diminati adalah kaus yang bergambar  Dus Dur. Ada juga kaos bergambar Mbak Moen.

Dikatakannya, jika sebelum penutupan harga dijual Rp 140 ribu untuk kaus panjang dan kaus pendek Rp 120 ribu.

Tapi malam ini dijual semuanya baik lengan pendek dan lengan panjang Rp 100 ribu.

Sampai saat ini sudah 80 persen kaus yang terjual dari yang dipersiapkan. Ana menjual kaus tersebut disemua veneu kegiatan Muktamar NU yakni Saburai, GSG Unila dan UIN Raden Intan Lampung. 

Sementara itu, Edward warga Padang Sumatera Barat penjual pin dipelataran parkir Perpustakaan Unila mengatakan bahwa omset mencapai Rp 20 juta omset yang didapat dari Muktamar tahun ini di Lampung. 

"Ada sekitar Rp 20 juta yang kita dapatkan dari hajatan warga Nahdliyin ini," kata Edward

Harga yang dijual setiap satu pinnya dihargai Rp 10-15 ribu perunit pin.

Menurutnya, penjualan belum memenuhi target 70 persen dan sekarang baru 50 persen.(Tribunlampung.co.id / Bayu Saputra) 

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved