Bandar Lampung
Vaksin Booster Pemprov Lampung Tunggu Arahan Kemenkes
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Dinas Kesehatan menunggu arahan dari Kemenkes terkait booster (vaksin tahap ketiga).
Penulis: Bayu Saputra | Editor: Reny Fitriani
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Dinas Kesehatan menunggu arahan dari Kemenkes terkait booster (vaksin tahap ketiga).
Hal tersebut disampaikan oleh Kadiskes Lampung dr Reihana kepada Tribun Lampung melalui pesan whatsapp, Selasa (4/1/2022).
Program vaksinasi booster oleh pemerintah pusat akan dimulai 12 Januari 2022 dan Diskes kalau persiapannya siapa saja asalkan vaksinnya tersedia.
"Lampung yang pasti akan siap saja yang penting vaksinnya tersebut tersedia untuk booster, " kata Reihana
Diharapkan kepada masyarakat untuk mendaftar secara online.
Ditanya perihal gratis atau membayar, bagi masyarakat yang akan divaksin booster, Reihana mengatakan bahwa belum mendapatkan arahan dari pemerintah pusat.
Sampai saat ini sudah ada 5.131.284 orang atau 77,22 persen tahap pertama yang divaksin, tahap kedua sudah ada 3.121.352 orang atau 46,97 persen dan tahap ketiga baru mencapai 29.284 orang atau 0,44 persen.
Dengan total sasaran masyarakat Provinsi Lampung ada sebanyak 6.645.226 orang.
Capaian tersebut diantaranya, total SDM kesehatan mencapai 35.601 orang, vaksin tahap pertama 47.570 atau 133.622 persen.
Vaksin tahap kedua 45.389 orang atau 127,49 persen, tahap ketiga 29.284 orang atau 82,26 persen.
Baca juga: Masuk PPKM Level 1, Pemkot Bandar Lampung Godok Inwali
Petugas publik sasarannya 409.854 orang, sudah tervaksin tahap pertama 442.970 orang atau 108,08 persen. Vaksin tahap kedua sudah 406.634 orang atau 99,21 persen.
Kelompok lansia 704.246 sasaran, vaksinasi pertama 480.687 orang atau 68,26 persen. Vaksin kedua 229.726 atau 32,62 persen.
Masyarakat rentan dan umum sasarannya 4.615.322 orang, vaksin tahap pertama 3.302.631 orang atau 71,56 persen, tahap kedua 1.900.147 orang atau 41,17 persen.
Kelompok remaja sasarannya ada 880.203 orang, vaksin tahap pertama 703.085 orang atau 79,88 persen, tahap kedua 503.088 orang atau 57,16 persen.
Anak-anak sasarannya 913.590 orang, tahap pertama sudah 113.854 orang atau 12,47 persen, tahap baru 97 orang atau 0,01 persen.