Breaking News:

Lampung Selatan

Peserta Didik dan Guru dari Zona Merah di Lamsel Bertugas Secara Daring 

peserta didik dan tenaga kependidikan yang berasal dari zona merah melakukan tugas dengan work from home (WFH) secara daring.

Penulis: Dominius Desmantri Barus | Editor: soni
Tribun Lampung / Dominius Desmantri Barus
Kadisdik Lamsel Yespi Cory 

 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG SELATAN -Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan Yespi Cory mengatakan peserta didik dan tenaga kependidikan yang berasal dari zona merah melakukan tugas dengan work from home (WFH) secara daring.

"Peserta didik yang berasal dari zona merah melakukan proses belajar mengajar dengan daring. Tenaga kependidikan wajib datang/hadir disatuan pendidikan lebih awal dari peserta didik. Kepala sekolah mengatur tempat duduk sesuai protokol kesehatan," kata, Minggu (9/1/2022).

"Kepala sekolah sebagai penanggungjawab mengatur dan menyesuaikan jadwal rombongan belajar (shifting) waktu pembelajaran dengan persetujuan komite sekolah/ madrasah," jelasnya.

Yespi menjelaskan waktu pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan SMA/SMK sederajat, SD sederajat, SMP sederajat dalam kondisi khusus adalah setiap hari secara bergantian dengan 2 shift waktu pembelajaran.

Yespi menambahkan jumlah peserta didik 50 persen dari kapasitas ruang kelas dan lama belajar paling banyak 6 jam pelajaran perhari dibuat menjadi 3 jam shift pertama dan 3 shift kedua.

Baca juga: Cegah Klaster Kantor, Pemkab Tulangbawang Lampung Terapkan 75 Persen WFH

"Waktu pembelajaran tatap muka pada satuan Paud dalam kondisi khusus dilaksanakan maksimal 3 jam. Tenaga kependidikan mengatur kedatangan dan kepulangan siswa. Agar tidak terjadi kerumunan," jelasnya.

"Pelaksanaan kegiatan olah raga dan ekstrakurikuler tidak diperbolehkan selama masa pandemi Corona Virus Disease 2019. Kantin tidak diperbolehkan dibuka selama masa pandemi Corona Virus Disease 2019," ujarnya.

Yespi mengatakan selama proses pembelajaran tatap muka terbatas dalam kondisi khusus, kepala satuan pendidikan berikut perangkatnya dibantu komite sekolah/madrasah melakukan pengawasan dan pengendalian yang ketat kepada peserta didik selama berada dilingkungan satuan pendidikan.

"Kepala satuan pendidikan beserta perangkatnya harus mengecek secara berkala kelayakan dan fungsi peralatan. ketersediaan bahan cuci tangan. hand sanitaizer, desinfektan, dan masker untuk penerapan protokol kesehatan," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved