Breaking News:

Lampung Selatan

BKP Kelas I Bandar Lampung dan KSKP Bakauheni Musnahkan 450 Kg Daging Celeng Ilegal

BKP Kelas I Bandar Lampung dan KSKP Bakauheni memusnakan daging celeng ilegal hasil tangkapan di pelabuhan Bakauheni.

Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus
BKP kelas I Bandar Lampung dan KSKP Bakauheni memusnahkan daging celeng illegal hasil tangkapan di pelabuhan Bakauheni. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG SELATAN – Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandar Lampung bersama KSKP Bakauheni memusnakan daging celeng illegal hasil dari giat operasi di kawasan pelabuhan penyeberangan Bakauheni beberapa waktu lalu.

Daging celeng yang dimusnakan sebanyak 450 kilogram.

Subkoordinator Pengawasan dan Penindakan, Karantina Pertanian Lampung Karman mengatakan, daging celeng yang dimusnahkan merupakan hasil tangkapan KSKP Bakauheni.

Menurutnya, daging celeng tersebut berasal dari Bengkulu Selatan. Daging celeng yang dikemas dalam plastik 9 kilogram tersebut tidak dilengkapi dokumen resmi yang dipersyaratkan.

“Daging celeng yang dimusnakan ini tidak dilengkapi dokumen persyaratan dari daerah asal dan tidak memenuhi standar keamanan pangan," kata Karman, Rabu (12/1/2022).

Baca juga: Oknum Polisi Asik Selingkuh dengan Wanita Lain di Mobil, Tiba-tiba Digerebek Istri

Dikatakannya, daging celeng yang diamankan tersebut dimusnakan dengan cara dibakar di Area Pemusnahan Wilayah Kerja Pelabuhan Bakauheni.

Karman mengatakan, pemusnahan daging celeng tersebut disaksikan oleh pihak dari Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni.

Pemusnahan daging ilegal ini dilakukan atas dasar UU No.21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan.

Sementara itu Kepala Karantina Pertanian Lampung Muh Jumadh mengatakan, pihaknya akan mengusut tuntas perbuatan pelaku penyelundupan sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

"Perbuatan ini sangat meresahkan masyarakat karena selain berisiko menularkan penyakit. Daging celeng juga sangat berpotensi digunakan sebagai bahan pengoplos daging lainya," terangnya.

Baca juga: Warga Minta Penutup Jalan Dibuka, Penghubung Jalan dr Hamka dan Jalan Pulau Sebesi

"Semoga dengan cara dimusnahkan ini dapat menjadikan efek jera bagi para pelaku.”

“Dan Karantina Lampung akan terus mengedukasi masyarakat agar lebih aware dengan aturan dan keamanan pangan," pungkasnya.

(Tribunlampung.co.id/ Dominius Desmantri Barus)

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved