Pringsewu
Jembatan Penghubung 2 Kabupaten Putus, BPBD-TNI di Pringsewu Gotong Royong Bangun Jembatan Darurat
Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pringsewu bersama warga, TNI dan Tagana gotong royong membangun jembatan darurat, Rabu, 19 Januari 2022
Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono | Editor: soni
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pringsewu bersama warga, TNI dan Tagana gotong royong membangun jembatan darurat, Rabu, 19 Januari 2022.
Jembatan itu menghubungkan antara Pekon Waya Krui Kecamatan Banyumas Kabupaten Pringsewu dan Kampung Sri Way Langsep Kecamatan Kalirejo Kabupaten Lampung Tengah.
Sebelumnya ada jembatan permanen pada ruas jalan penghubung dua kabupaten ini.
Namun akibat derasnya hujan yang terjadi Kamis,13 Januari 2022 sekira pukul 17.00 WIB mengakibatkan amblasnya tanah selebar 2 meter disebelah sisi selatan jembatan.
Fungsional Analis Kebencanaan BPBD Pringsewu Agus Purnomo mengungkapkan, kondisi jembatan itu diperparah saat hujan deras kembali turun pada Sabtu, 16 Januari 2022.
"Jembatan itu pun ikut ambles dikarenakan tergerusnya kembali tanah penahan jembatan," kata Agus mewakili Kepala BPBD Pringsewu Edi Sumber Pamungkas, Rabu.
Baca juga: Kisah Warga Bandar Lampung Seberangi Sungai Akibat Jembatan Putus, Jika Arus Deras Anak Tak Sekolah
Alhasil jalan ini terputus. Padahal ruas jalan itu selain penghubung dua kabupaten juga menjadi akses petani untuk menggarap sawah. Serta untuk aktifitas perekonomian lainnya.
Oleh karena vitalnya ruas jalan itu, akhirnya dilaksanakan gotong royong pembangunan jembatan darurat menggunakan batang kelapa.
Tim Penanggulangan Bencana dan Damkar Pringsewu, TNI, dan Tagana berbaur dengan masyarakat bahu membahu mengisi karung dengan sirtu untuk menimbun tanah yang amblas.
Kemudian mengangkat pohon kelapa yang akan digunakan sebagai jembatan darurat.
Target jembatan darurat yang dibuat ini minimal bisa dilalui kendaraan roda dua. Agar aktivitas warga bisa berjalan dan tidak harus mencari alternatif jalan lain yang lebih jauh. ( Tribunlampung.co.id / Robertus Didik Budiawan Cahyono )