Kesehatan
Halo Dokter, Cara Menghindari Kurap
Jamur ini lebih mudah mengenai manusia dan menyebabkan kurap jika mengalami penyakit diabetes melitus, obesitas, sistem imun yang rendah.
Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: Daniel Tri Hardanto
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Setiap orang harus bisa menjaga kulitnya.
Sebab ada banyak penyakit kulit yang menyerang kulit tubuh bagian atas.
dr Putri Anitasari SpKK mengatakan, salah satu penyakit kulit yang bisa menyerang manusia itu adalah tinea corporis atau yang sering disebut kurap.
Menurut dokter yang praktik di Rumah Sakit Graha Husada Bandar Lampung itu, kurap adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi jamur yang masuk dalam golongan dermatofita.
Baca juga: Halo Dokter, Apa Itu Radang Tenggorokan?
Jamur ini lebih mudah mengenai manusia dan menyebabkan kurap jika mengalami penyakit diabetes melitus, obesitas, sistem imun yang rendah, dan mudah berkeringat.
Kurap adalah penyakit yang mudah menular.
Penularannya tidak hanya dari manusia ke manusia.
Tapi penularan juga bisa dari hewan ke manusia atau dari benda ke manusia.
Dari benda ke manusia itu misalnya adalah dari seprei, alat mandi, atau pakaian.
Baca juga: Halo Dokter, Kulit Kusam: Penyebab dan Cara Mengatasinya
Untuk itu, ada baiknya tidak menggunakan benda yang sama dengan penderita kurap.
"Manusia yang mudah tertular kurap adalah yang kulitnya ada luka. Misalnya ada manusia yang terkena kurap, lalu kurap tersebut menular ke manusia yang kulitnya ada luka. Jadilah manusia yang kulitnya ada luka itu tertular kurap," kata Putri, Kamis (27/1/2022).
Ciri-ciri kurap adalah ada bercak merah melingkar yang menyerupai cincin.
Bercak merah itu semakin lama bisa semakin melebar.
Bercak merah bisa disertai dengan rasa gatal terutama saat berkeringat.
Selain itu, bercak merah juga bisa disertai dengan timbulnya rasa perih dan terbakar apabila disertai dengan bakteri atau lecet.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/dr-Putri-Anitasari-SpKK-54.jpg)