Lampung Selatan
Pedagang Tradisional Minta Pemerintah Dahulukan Pasokan Minyak Goreng
Pedagang tradisional di Pasar Inpres Kalianda meminta pemerintah agar mendahulukan stok minyak goreng untuk pedagang tradisional daripada minimarket.
Penulis: Dominius Desmantri Barus | Editor: muhammadazhim
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG SELATAN - Pedagang tradisional di Pasar Inpres Kalianda, Lampung Selatan meminta pemerintah agar mendahulukan stok minyak untuk pedagang tradisional daripada minimarket.
Seperti yang dirasakan oleh pemilik Toko Najib di Pasar Inpres Kalianda bernama Fatmawati.
Fatma mengatakan bahwa persedian minyak di tempatnya sudah habis.
"Persedian minyak sudah habis. Kita mau beli, barangnya nggak ada. Kalau dari agen persedian minyak ada, tapi harganya masih yang lama," kata Fatma, Jumat (4/2/2022).
Fatma mengatakan kelangkaan minyak ini sudah terjadi 1 bulan.
"Orang cari di Alfa juga nggak ada barangnya. Banyak yang datang ke toko saya bilang mereka nyari di Alfa juga nggak ada minyaknya," katanya.
Menurutnya program pemerintah terkait minyak murah belum diterapkan di sini.
"Kalau program dari pemerintah soal minyak murah itu kan belum ada. Kayaknya belum ada diterapkan di sini," katanya.
"Ya terpaksa sementara ini kita jual minyak curah dulu," jelasnya.
Fatma mengatakan, dirinya berharapa pemerintah mendahulukan pedagang tradisional seperti dirinya.
"Ya kalau bisa pemerintah mendahulukan pedagang-pedagang tradisional dulu. Soalnya pembeli itu biasanya beli ke kita dulu. Baru kalau dari kitanya harganya mahal mereka cari yang harganya lebih murah. Kayak di minimarket atau di tempat lainnya," pungkasnya.
( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/minyak-goreng.jpg)