Kunjungan KSAD di Lampung
Jenderal Dudung Datangi Ponpes di Lampung, Perwira Tinggi TNI dan Kapolda Berkumpul
Siapa saja jenderal yang datang ke Lampung? Selaim KSAD Jenderal Dudung, hadir juga Pangkostrad Letjen TNI Maruli Simanjuntak dan para Panglima Divisi
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Sejumlah Jenderal TNI Angkatan Darat dan Jenderal Polisi berkumpul di Lampung hari ini, Sabtu (5/2/2022).
Diantaranya adalah KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman, Pangkostrad Letjen TNI Maruli Simanjuntak dan Kapolda Lampung Irjen Hendro Sugiatno.
Para jenderal itu datang untuk menghadiri ramah tamah dan silaturahmi dengan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman.
Para jenderal itu ramah tamah di Bukit Mas, Kota Bandar Lampung.
Siapa saja jenderal yang datang ke Lampung? Selain KSAD Jenderal Dudung, hadir juga Pangkostrad Letjen TNI Maruli Simanjuntak dan para Panglima Divisi.
Baca juga: Pernah Menjual Nasi, Jenderal Dudung Motivasi Anak Yatim Piatu untuk Pantang Menyerah Jalani Hidup
Kemudian, Pangdam Sriwijaya Mayjen TNI Agus Suhardi, Danrem 043 Garuda Hitam Brigjen TNI Drajat Brima Yoga, Danlanal Lampung Kolonel Laut Nuryadi, dan para perwira tinggi TNI AD lainnya.
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, Kapolda Lampung Irjen Pol Hendro Sugiatno, Kajati Heffinur juga terlihat hadir bersama pengusaha Thomas Azis Riska selaku owner Bukit Mas.
Saat memberikan sambutan, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengaku prihatin dengan markas Korem 043/Garuda Hitam (Gatam) yang sekarang ini terlihat sempit.
Karena itu, Gubernur menyiapkan lahan seluas 14 hektare di Kota Baru, Lampung Selatan.
"Nantinya markas Korem yang baru bisa dibangun di sana, berdekatan dengan markas Polda dan instansi lain," ujar Gubernur Arinal.
Baca juga: Lampung Bertabur Jenderal, Mulai KSAD, Pangkostrad, Pangdiv, hingga Pangdam Ramah Tamah di Bukit Mas
Markas Korem 043/Gatam saat ini berlokasi di Jalan Teuku Umar, Bandar Lampung.
Gubernur memaparkan berbagai keberhasilan yang telah diraihnya di level nasional. Di antaranya terbaik dalam penanganan pandemic Covid-19 dan sebagai penghasil beras nasional tertinggi.
Selain itu, Gubernur juga menjelaskan berbagai program yang dilaksanakannya selama ini. Seperti Bakauheni Harbour City yang dalam waktu dekat akan dikucuri dana Rp 1 triliun.
Gubernur mengatakan, keberhasilan Lampung meraih banyak prestasi tak lepas dari keterlibatan aktif dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Lampung. Termasuk Danrem Brigjen Drajat Brima Yoga yang sangat aktif berkoordinasi dan berkolaborasi dengan Pemprov Lampung.
"Saya dengar Pak Danrem sudah mau pindah. Kalau beliau pindah karena promosi, saya ikhlas melepasnya. Senyum beliau itu bikin luluh," kata Arinal.
Sedangkan KSAD Jenderal Dudung saat memberikan sambutan mengaku terkenang pada masa-masa 2002 sampai 2003 selama ia menjabat Komandan Batalyon di Lampung.
"Saat itu Pak Thomas masih ngupil," katanya bercanda seraya menunjuk sahabatnya, Thomas Azis Riska.
Apa kenangannya tentang Lampung? "Banyak, bukan cuma menertibkan preman Terminal Rajabasa," ujarnya.
KSAD Jenderal Dudung juga mengaku terkesan dengan soliditas Forkopimda Lampung yang ditunjukkan dalam acara silaturahmi tersebut.
"Di sini saya juga lihat TNI dan Polri menyatu, bersama Pemprov yang sangat mendukung," katanya.
Jenderal Dudung kunjungi Ponpes di Lampung
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman berkunjung ke Ponpes Yatim Piatu Penghafal Alquran Riyadhus Sholihin di Jalan Dr. Harun II, Gang Agus Salim, Kotabaru, Bandar Lampung, Sabtu (5/2/2022).
Kedatangan Jenderal Dudung bersama istrinya Rahma Setyaningsih didampingi sejumlah prajurit angkatan darat.
Dia tampak mengenakan jaket hitam dan celana jeans.
Sementara istrinya tepat berada di belakangnya dengan mengenakan hijab abu-abu dan baju batik.
Dia pun disambut langsung oleh pengasuh Ponpes Riyadhus Sholihin KH Ismail Zulkarnaen, Anggota Komisi I DPR RI Mukhlis Basri, Danrem 043/Gatam Brigjen TNI Drajad Brima Yoga, Dandim 0410/KBL Kolonel Inf Faisol Izuddin Karimi yang disaksikan langsung oleh para kiyai.
Para santri juga terlihat antusias menyambut kedatangan Jendral Dudung dengan melantunkan sholawat.
Setibanya di aula silaturahmi, Jendral Dudung langsung duduk membersamai para kiyai sepuh Ponpes Riyadhus Sholihin.
Santri diharapkan ikuti jejak Dudung
Pengasuh Ponpes Yatim Piatu dan Dhuafa Riyadhus Sholihin Bandar Lampung KH Ismail Zulkarnaen berharap para santrinya bisa mengikuti jejak KSAD Jenderal Dudung Abdurachman.
Dia mengatakan, sudah ada beberapa santri yang menjadi marinir dan anggota kepolisian.
Namun dia berharap ada yang bisa menjadi KSAD di satuan angkatan darat.
"Semoga kedatangan pak Dudung membawa keberkahan bagi anak-anak kami," kata Abah Ismail sapaan akrabnya saat menerima silaturahmi Jenderal Dudung di Ponpes Riyadhus Sholihin, Sabtu (5/2/2022).
Dia menuturkan saat ini ada dua ratus orang jumlah santri di Ponpes Riyadhus Sholihin.
Abah Ismail juga memohon doa Jenderal Dudung agar kedepan bisa menampung banyak anak yatim pitau yang lain.
"Saat ini anak yatim ini hampir setiap hari kami terima, mudah-mudahan dengan doa pak KSAD kedepan bisa mencapai seribu santri," kata Abah Ismail.
Saat berkunjung Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman memberikan motivasi kepada para yatim piatu santri-santri Pondok Pesantren Riyadhus Sholihin Bandar Lampung.
Banyak hal yang ia sampaikan terutama pantang menyerah dalam menjalani roda kehidupan.
Dia menceritakan kisahnya sewaktu masih berusia dua belas tahun.
Jenderal Dudung juga merupakan yatim piatu yang ditinggal ayahnya saat usia dua belas tahun.
"Dulu saya masih berumur dua belas tahun saya juga anak yatim, tapi kita harus bangkit dan jangan ragu," kata Dudung Abdurachman dalam acara Silaturahmi di Ponpes Riyadhus Sholihin, Sabtu (5/2/2022).
Waktu itu, kata Jenderal Dudung, karena keterbatasan ekonomi dia harus memutar otak untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Dia pernah menjadi penjual kue, penjual nasi, hingga menjadi loper koran.
Namun itu tak menyurutkan langkahnya untuk mengarungi kehidupan hingga ditakdirkan menjadi orang nomor satu di angkatan darat dengan bintang empat.
"Kita tidak pernah tau hidup ini sangat misteri. Tapi, juga harus disertai juga dengan ikhtiar. itu pesan saya maka belajarlah seperti kita akan hidup seribu tahun tapi belajarlah agama lah seakan kita mati besok," tutur jenderal Dudung. ( Tribunlampung.co.id / Kiki Adipratama )