Bandar Lampung

Hasilkan Ratusan Ton Sampah/Hari, Pemkot Bandar Lampung Masih Cari Pola Efektif Pengolahan Sampah

Pemerintah Kota Bandar Lampung masih terus mengotak-atik pola efektif pengolahan sampah.

Penulis: Vincensius Soma Ferrer | Editor: Teguh Prasetyo
Tribunlampung.co.id/Hanif Mustafa
Ilustrasi Kondisi di TPA Bakung, Bandar Lampung. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Pemerintah Kota Bandar Lampung masih terus mengotak-atik pola efektif pengolahan sampah.

Kota Bandar Lampung dengan jumlah penduduknya yang sebanyak 1.185.743 jiwa, mampu menghasilkan sampah dengan hitungan ratusan ton tiap harinya.

Terbaru, pemerintah setempat tengah mencoba untuk mengurai sampah dengan menjadikannya bahan atau objek riset.

Rencana terebut dihadirkan dengan menggandeng salah satu universitas negeri di Bandar Lampung, yakni Universitas Lampung (Unila).

"Jadi kita memang sudah bicarakan dengan Unila, kita silahkan untuk sampah-sampah di TPA Bakung menjadi sarana riset mereka," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Bandar Lampung Khaidarmansyah, Senin (7/3/2022).

Dengan itu, menurut dia, ketimbang dibiar-biarkan diharap sampah akan terurai dengan output yang lebih bermanfaat, baik dari sektor kependidikan dan pelatihan, maupun bermanfaat untuk keasrian lingkungan.

Sebagaimana diketahui, pola pengolahan sampah di TPA Bakung saat ini masih menggunakan model Open Dumping.

Atau, dibuang begitu saja dalam sebuah tempat pembuangan akhir tanpa ada perlakuan apapun, tidak dengan penutupan sampah-sampah tanah (sanitary landfill).

Baca juga: Limbah Tinja Akan Jadi Pupuk, IPLT TPA Bakung Bandar Lampung Rampung Akhir Tahun

Menurut Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah menyebutkan bahwa pemerintah kabupaten/kota memiliki kewajiban untuk mengelola sampah secara baik serta berwawasan lingkungan dan memperbaiki pengelolaan sampah dari sistem open dumping menjadi sistem sanitary landfill.

Masih kata Khaidarmansyah, opsi lain untuk mengurai sampah juga masih diupayakan.

Seperti upaya untuk merubah sampah di TPA Bakung menjadi pembangkit listrik dan menjadi bahan bakar.

"Upaya kita untuk merubah sampah menjadi briket dan pembangkit listrik tenaga sampah juga masih berjalan," kata dia.

Namun, harapan yang dihadirkan sejak tahun-tahun lalu itu bias karena hingga saat ini belum ada investor yang tertarik untuk menggondol proyek tersebut.

"Itu masih belum ada responnya. Karena belum ada responnya kita sambut dulu Unila untuk riset di sana," jelasnya.

Unila Punya Tim Pengolah Sampah Jadi Bahan Bakar Sekelas Batubara

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved