Breaking News:

Pencurian di Lampung Tengah

Polisi Buru 1 Pelaku Pembobolan Warung di Lampung Tengah

Kapolsek Terbanggi Besar Tatang Maulana mengatakan, upaya pencurian di warung milik Ricard dilakukan oleh AS dan satu rekannya.

Penulis: syamsiralam | Editor: Daniel Tri Hardanto
Dok Polsek Terbanggi Besar
AS alias Mat (44), pelaku pencurian warung, diamankan Polsek Terbanggi Besar. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG TENGAH - Setelah menciduk AS alias Mat, Polsek Terbanggi Besar masih mengejar satu rekan pelaku yang melarikan diri.

Kapolsek Terbanggi Besar Tatang Maulana mengatakan, upaya pencurian di warung milik Ricard dilakukan oleh AS dan satu rekannya.

"Pelakunya dua orang. Satu lagi masih dalam pengejaran anggota di lapangan dan sudah kami ketahui identitas dan ciri-cirinya," ujar Tatang, Senin (7/2/2022).

Tugas pelaku AS yakni merusak kunci pintu warung dan masuk ke dalam warung untuk mencuri barang-barang berharga di dalam warung.

Baca juga: BREAKING NEWS Polsek Terbanggi Besar Amankan Pembobol Warung

"Sementara satu pelaku lainnya yakni bertugas mengamati situasi di luar dengan menunggu di dekat motor yang mereka gunakan untuk mencuri," bebernya.

Selain itu, tugas satu pelaku yang masih buron yakni memetakan tempat atau rumah yang akan mereka curi.

 

Residivis

Setelah dilakukan penyidikan terhadap, polisi akhirnya mengetahui jika AS alias Mat merupakan seorang residivis.

Kapolsek Terbanggi Besar Kompol Tatang Maulana menyebutkan, AS mengaku pernah melakukan pencurian dengan kekerasan (curas).

Baca juga: Modus Pembobolan Konter dan BRI Link di Lampung Tengah

"Pengakuan pelaku AS ini bahwa dirinya adalah residivis curas dan pernah mendekam di penjara beberapa waktu lalu," jelas Tatang Maulana.

Tak sampai di situ, pelaku AS juga residivis kasus sabu, baik pengguna maupun pengedar.

"Untuk kasus pelaku lainnya masih kami lakukan pengembangan perkara, dan menunggu laporan korban lainnya," jelasnya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatanya, AS dijerat pasal 363 KUHPidana tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman selama 7 tahun penjara.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved