Tanggamus
Duka Perajin Tahu di Tanggamus, Keluhkan Tingginya Harga Kedelai
Menurut Nasib, perajin tahu di Pekon Landbaw, harga kedelai saat ini cukup tinggi, yakni sudah menembus Rp 11.500 per kg.
Penulis: Tri Yulianto | Editor: Daniel Tri Hardanto
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TANGGAMUS - Perajin tahu di Pekon Landbaw, Kecamatan Gisting, Tanggamus mengeluhkan tingginya harga kedelai.
Ditambah lagi, terjadi kelangkaan minyak goreng belakangan ini.
Kondisi itu membuat produksi tahu terhambat.
Menurut Nasib, perajin tahu di Pekon Landbaw, harga kedelai saat ini cukup tinggi, yakni sudah menembus Rp 11.500 per kg.
Baca juga: Perajin Tapis di Pringsewu Dilatih Berinovasi
Padahal dua hari sebelumnya hanya Rp 11.200 per kg.
Itu pun sudah naik dari sebelumnya.
"Kenaikan harga kedelai yang cepat ini membuat kami kebingungan. Karena harga cepat berubah sehingga kami tidak bisa mengatur keuangan untuk modal produksi berikutnya," ujar Nasib, Kamis (17/2/2022).
Ia mengaku, harga terbaru ini pun membebani perajin.
Idealnya harga kedelai Rp 10.000 per kg.
Baca juga: Kunci Jawaban Tema 6 Kelas 5 Halaman 161 Perajin Batik Osing
Namun saat ini sudah naik 10 persen lebih dan kemungkinannya akan terus naik.
"Sekarang ini kenaikan harga tidak tentu, baru dua hari saja harga kedelai sudah naik, naik terus begitu," terang Nasib.
Ia mengaku, untuk kebutuhan produksinya sehari 50 kg.
Itu sudah turun dari sebelumnya 100 kg kedelai per hari.
Penurunan karena harga kedelai meningkat dan penjualan turun.
Sedangkan harga jual tahu tidak bisa dinaikan karena akan mendapat komplain dari pedagang eceran dan pembeli umum.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/perajin-tahu-di-Gisting-Tanggamus.jpg)