Kesehatan
Halo Dokter, Gejala Peritonitis dan Cara Mengobatinya
Peritonitis adalah peradangan pada lapisan dinding perut (peritoneum). Peritonitis terbagi menjadi primer dan sekunder.
Peritonitis tidak bisa dibiarkan begitu saja, karena berisiko kematian.
Apalagi kalau yang mengalami peritonitis usianya sudah di atas 60 tahun, risiko kematiannya bisa lebih besar dibandingkan dengan yang masih muda.
Untuk itu jika mengalami peritonitis harus segera datang ke dokter agar mendapatkan penanganan lebih cepat.
Sebelum memberikan penanganan, dokter akan melakukan anamnesa ke pasien untuk mengetahui yang dialami peritonitis primer atau sekunder.
Sebab penanganan peritonitis primer dan sekunder beda.
Misal pasien mengalami peritonitis sekunder karena usus buntu pecah.
Penangananya hanya bisa dengan operasi.
Tidak ada cara lain.
"Operasinya pun tidak boleh ditunda atau diulur-ulur waktunya. Operasinya harus dilakukan dengan cepat, karena operasi peritonitis seperti kejar-kejaran dengan waktu," kata dr Andi.
(Tribunlampung.co.id/Jelita Dini Kinanti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/gejala-peritonitis-dan-cara-mengobatinya.jpg)