Kasus Corona di Lampung

Rekor Baru, Bertambah 851 Kasus Covid-19 di Lampung

Bahkan, kali ini mencatatkan rekor tertinggi selama pandemi yakni sebanyak 851 kasus. Bandar Lampung menyumbang kasus terbanyak dengan 225 kasus.

Penulis: Bayu Saputra | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tangkapan Layar instagram @bappeda_lampung
Kasus Covid-19 di Lampung mencatatkan rekor tertinggi selama pandemi yakni sebanyak 851 kasus baru. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Kasus Covid-19 di Provinsi Lampung kembali mengalami peningkatan yang sangat tajam.

Bahkan, kali ini mencatatkan rekor tertinggi selama pandemi yakni sebanyak 851 kasus.

Bandar Lampung menyumbang kasus terbanyak dengan 225 kasus.

Kemudian disusul Lampung Selatan 113 kasus, Pesawaran 73 kasus, Lampung Tengah 60 kasus, Way Kanan 60 kasus, Tulangbawang 54 kasus, dan Lampung Utara 52 kasus.

Selanjutnya Tanggamus 48 kasus, Lampung Barat 35 kasus, Pesisir Barat 34 kasus, Pringsewu 31 kasus, Lampung Timur 30 kasus, Metro 14 kasus, Tulangbawang Barat 11 kasus, dan Mesuji 11 kasus.

Baca juga: Update Kasus Covid-19 di Lampung, Hari Ini Ada Penambahan 873 Kasus Positif Baru

Dengan demikian, total kasus Covid-19 di Lampung menjadi 57.110 kasus.

Demikian informasi yang dilansir dalam akun Instagram Bappeda Lampung @bappeda_lampung, Sabtu (19/2/2022).

Ada lima daerah yang masuk zona merah, yakni Bandar Lampung, Lampung Utara, Lampung Timur, Way Kanan, dan Pesawaran.

Sementara wilayah yang berada di zona kuning yakni Lampung Selatan, Tulangbawang, Tanggamus, Mesuji, dan Metro.

Empat daerah lainnya masuk zona hijau, yakni Lampung Tengah, Lampung Barat, Pringsewu, dan Tulangbawang Barat.

Sementara itu, ada penambahan enam kasus kematian akibat Covid-19 di Lampung.

Sehingga totalnya menjadi 3.867 kasus.

Dari enam kasus tersebut, empat pasien dari Lampung Utara.

Sedangkan sisanya dari Bandar Lampung dan Lampung Tengah

Pasien sembuh hari ini bertambah 348 orang, sehingga totalnya sebanyak 47.033 orang.

Kadiskes Lampung Reihana mengatakan, peningkatan kasus Covid-19 itu karena gencarnya tim melakukan tracing, tracking, dan testing.

"Jadi itu kan peningkatan kasus karena masyarakat itu di-tracing, tracking, hingga testing," kata Reihana.

( Tribunlampung.co.id / Bayu Saputra )

Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved