Konflik Rusia Ukraina

Presiden Ukraina Cuma Bisa Curhat Hadapi Rusia Sendirian: yang Lain Hanya Nonton

Dalam pidatonya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy membuat curhatan pilu setelah merasa ditinggal sendirian dalam menghadapi Rusia.

Tayang:
Penulis: Virginia Swastika | Editor: Heribertus Sulis
Matt Dunham / POOL / AFP
Ilustrasi Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. 

"Artinya kalian mendengarkan kami, artinya kalian percaya pada kami."

"Mari berjuang untuk kami, mari berjuang melawan perang," tandasnya penuh semangat.

Sebelumnya diberitakan Presiden Rusia, Vladimir Putin memerintahkan tentara militernya untuk melakukan operasi militer khusus ke negara Ukraina, yang berbatasan langsung dengan mereka.

Sebenarnya konflik Rusia Ukraina ini telah mengakar sejak lama.

Hal ini lantaran Rusia nampaknya masih belum rela negara yang kini dipimpin Volodymyr Zelenskyy itu telah merdeka.

Apalagi, pidato Putin yang menyebutkan serta mengakui dua wilayah Ukraina yang bernama Donetsk dan Luhansk telah merdeka dari Ukraina memperkeruh suasana.

Sebab kedua wilayah tersebut diketahui merupakan dua daerah separatis yang pro-Rusia.

Sebelumnya, Rusia juga mendukung separatis di Semenanjung Krimea milik Ukraina.

Ada pula alasan lain karena Rusia ingin NATO berjanji agar tidak menerima Ukraina sebagai anggotanya.

Hal tersebut lantaran dianggap sebagai sebuah ancaman langsung bagi Negeri Beruang Merah karena dapat mengganggu keamanan nasional mereka.

Ia tak ingin ada pangkalan militer NATO di perbatasan negaranya jika Ukraina bergabung dengan aliansi tersebut.

Terlebih, isi dari aliansi NATO itu merupakan negara-negara sekutu Amerika Serikat.

Di samping itu, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan operasinya merupakan permintaan bantuan dari kelompok separatis di wilayah Ukraina Timur.

"Sehubungan dengan itu, saya membuat keputusan untuk mengadakan operasi militer khusus. Tujuannya adalah untuk melindungi orang-orang yang menjadi sasaran pelecehan dan genosida dari rezim Kyiv selama delapan tahun," kata Putin, dikutip dari TASS, Jumat (27/2/2022).

"Dan untuk tujuan ini, kami akan berusaha untuk mendemiliterisasi Ukraina dan mengadili mereka yang melakukan banyak kejahatan berdarah terhadap orang-orang damai, termasuk warga negara Rusia," ungkapnya.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved