Ramadan 2022

Bacaan Niat dan Tata Cara Salat Tarawih Ramadan 2022

Bacaan niat dan tata cara salat tarawih bulan suci Ramadan 2022. Salat tarawih bisa dikerjakan di rumah atau masjid.

Tayang:
Penulis: Virginia Swastika | Editor: taryono
grafis tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi salat. Bacaan Niat dan Tata Cara Salat Tarawih di Bulan Ramadan 2022 

12. Bangkit dari duduk

13. Mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama dengan rakaat pertama

14. Salam pada rakaat kedua (Jika mengikut kepada yang dua rakaat-dua rakaat), lanjut sampat rakaat keempat baru salam (Jika mengikut kepada pendapat yang empat rakaat-empat rakaat).

Asal Usul

Asal muasal salat Tarawih dimulai ketika Nabi Muhammad Saw. mengerjakan salat sunnah pada malam bulan Ramadan.

Salat tarawih ini dikerjakan oleh Nabi pada tanggal 23 Ramadan tahun kedua hijriah.

Pada masa itu Nabi Muhammad Saw. tidak mengerjakan salat Tarawih di masjid secara terus-menerus.

Kadang Rasulullah mengerjakannya di masjid, kadang juga mengerjakannya di rumah.

Hal tersebut tertuang dalam hadis berikut riwayat Bukhari Muslim berikut:

“Dari ‘Aisyah Ummil Mu’minin ra: sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wassalam pada suatu malam hari salat di masjid, lalu banyak orang salat mengikuti beliau, beliau salat dan pengikut bertambah ramai (banyak) pada hari ke-3 dan ke-4 orang-orang banyak berkumpul menunggu beliau Nabi, tetapi Nabi tidak keluar (tidak datang) ke masjid lagi.

Ketika pagi-pagi, Nabi bersabda: “sesungguhnya aku lihat apa yang kalian perbuat tadi malam. Tapi aku tidak datang ke masjid karena aku takut sekali kalau salat ini diwajibkan pada kalian”. Siti ‘Aisyah berkata: “hal itu terjadi pada bulan Ramadan”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis ini menerangkan bahwa Nabi Muhammad Saw memang pernah melaksanakan salat Tarawih, pada malam hari yang kedua beliau datang lagi mengerjakan salat dan pengikutnya tambah banyak.

Pada malam yang ketiga dan keempat Nabi tidak datang ke masjid, dengan alasan bahwa beliau takut salat tarawih itu akan diwajibkan bagi umat Muslim.

Hal ini sebagaimana keterangan dibawah ini:

“Sesungguhnya Nabi ketika menekuni sesuatu dari amal kebaikan dan diikuti ummatnya, maka perkara tersebut telah diwajibkan atas ummatnya”.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved