Bandar Lampung
Gula Pasir Naik Jadi Rp 14 Ribu per Kg, Pedagang Sebut Harga Naik Sejak di Distributor
Sebelumnya, harga gula pasir curah di pasaran Kota Bandar Lampung Rp 12.000, saat ini menjadi Rp 14.000 bahkan Rp 14.500/kg.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Harga sejumlah komoditas di Provinsi Lampung terus merambat naik.
Jika sebelumnya, harga minyak goreng, daging sapi, dan gas elpiji 5,5 dan 12 kg naik, kini gula pasir ikut-ikutan naik.
Harga gula pasir naik Rp 1.000-Rp 2.500/kg.
Sebelumnya, harga gula pasir curah di pasaran Kota Bandar Lampung Rp 12.000, saat ini menjadi Rp 14.000 bahkan Rp 14.500/kg.
Sementara gula pasir kemasan bermerek yang sebelumnya Rp 12.500, kini naik jadi Rp 13.500/kg.
Harga gula pasir pernah naik tinggi pada tahun 2020.
Sama seperti kondisi harga minyak goreng yang meroket dan langka saat ini, kala itu masyarakat juga menjerit dengan kenaikan harga gula pasir.
Pada 2020, gula pasir sampai menembus Rp 15.000-Rp 18.000 per kg.
Pemerintah akhirnya mengintervensi dan menentukan harga eceran tertinggi gula pasir kemasan bermerek Rp 12.500/kg.
Harga tersebut masih berlaku sampai beberapa hari lalu hingga terjadi kenaikan.
Baca juga: Jelang Ramadhan 2022, Harga Gula Pasir di Sejumlah Daerah di Lampung Naik
Provinsi Lampung sendiri merupakan salah satu pemasok gula nasional.
Lampung berkontribusi sekitar 35 persen terhadap pasokan kebutuhan gula pasir nasional.
Di Lampung terdapat beberapa pabrik gula, baik milik BUMN maupun swasta.
Hasil Pantauan
Pantauan Tribun di Pasar Cimeng, Pasar Panjang, dan Pasar Pasir Gintung Kota Bandar Lampung pada Selasa (1/3), harga gula pasir merata dijual Rp 14.000/kg untuk jenis curah.
"Biasanya, dalam kondisi normal harga gula pasir itu Rp 12 ribu satu kilogram," kata Fikri, salah seorang pedagang di Pasar Kangkung.
Menurutnya, kenaikan gula sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir dan diprediksi akan terus naik sampai mendekati bulan Ramadan.
"Kita tidak tahu harga tertinggi nanti seperti apa. Kalau tahun lalu saja pernah sampai Rp 20 ribu per kg," kata dia.
Kondisi serupa ditemui di pasar tradisional Kabupaten Tanggamus.
Menurut Panut, pedagang di Pasar Talang Padang, kenaikan baru terjadi memasuki pekan ini.
Dan kenaikan berasal dari distributor. Saat ini harga gula pasir jadi Rp 14 ribu dari sebelumnya Rp 13 ribu.
Menurutnya, selama ini harga gula pasir memang berfluktuasi antara Rp 13.000-Rp 14.000 per kg.
Harga kadang naik, kadang turun.
Namun untuk stok cukup banyak dan mudah didapat.
Pedagang di Pasar Inpres Kalianda, Fatma mengatakan, harga gula pasir naik sejak dua hari terakhir.
Sebelumnya, harga gula pasir Rp 11.000/kg, saat ini jadi Rp 13.500/kg.
"Harapannya semoga harga gula ini tidak ikutan naik dan langka kayak harga minyak goreng. Soalnya gula ini termasuk komoditi pokok juga. Kalau semuanya pada naik kita mau jualan apa. Sementara pembeli juga sudah kebingungan dengan harga minyak yang tinggi," pungkasnya.
Di Kabupaten Mesuji harga gula pasir menembus Rp 14.500/kg. Namun menurut Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mesuji Arif Arianto, harga tersebut justru turun dari sebelumnya sebesar Rp 15 ribu/kg.
Ia merincikan, data yang dihimpun per 1 Maret 2022, untuk harga gula curah di Pasar Brabasan Rp 13.500/kg, Pasar KTM Rp 14 ribu/kg, Pasar Simpang Pematang Rp 13.500, Pasar Panca Warna Rp 14.500, dan Pasar Panggung Jaya Rp 14 ribu.
Padahal pada minggu sebelumnya atau per 21 Februari 2022, gula putih curah di Pasar Brabasan Rp 15 ribu, Pasar KTM Rp 14 ribu, Pasar Simpang Pematang Rp 13 ribu, Pasar Panca Warna 14 ribu dan Pasar Panggung Jaya 14 ribu.
Opi, pemilik Toko Sembako di Pasar KTM mengatakan bahwa harga gula putih masih stabil yakni Rp 14 ribu/kg.
"Harga ini sama dari minggu kemarin, tapi tidak tahu juga ini kabarnya juga harga gula naik tinggal liat nanti kalau barangnya sudah turun ke Pasar KTM," terangnya.
Pedagang di Pasar Putri Agung Menggala, Junaidi, juga menyebut jika harga gula pasir di tempatnya memang sudah Rp 13.500-Rp 14.000/kg. Ia bahkan masih menjual stok lama.
Kosong di Minimarket
Bukan cuma naik harga. Di sejumlah minimarket di Lampung, stok gula pasir justru kosong.
Seperti di Menggala, Tulangbawang. Beberapa minimarket di wilayah Menggala terjadi kekosongan gula pasir.
Salah satu pegawai minimarket di Menggala mengatakan, kekosongan gula pasir itu sudah berlangsung sejak dua hari ini.
"Belum ada pengiriman. Kalau harga memang sudah naik dari Rp 12.500 menjadi Rp 13.500 perkilogram," ungkap dia.
Kekosongan juga terjadi di beberapa minimarket di wilayah Tanggamus.
Yus, salah satu konsumen di Desa Tanjung Mas Makmur mengaku, gula pasir sedang kosong di minimarket.
Sehingga ia membeli di pasar dengan harga Rp 14.000/kg.
"Di minimarket lebih murah, Rp 13.500 per kg, tapi barangnya kosong," kata dia.
Kondisi kekosongan stok gula pasir juga ditemui di minimarket yang ada di Kecamatan Sukadana, Lampung Timur.
"Selain minyak goreng yang kosong, gula pasir juga kosong di sini," kata penjaga minimarket di Kecamatan Sukadana, Yeni.
Menurutnya, stok gula pasir kosong sejak lima hari lalu. Untuk harga katanya, Rp 13.500/kg.
Stok Aman
Pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lampung menyatakan, stok gula putih aman.
"Jadi secara resmi belum naik harga gula putih itu, memang harga Rp 13.500 per kg permintaan dari Asprindo," kata Kadisperindag Provinsi Lampung Elvira Umihanni.
Namun kata dia, Kementerian Perdagangan belum mengeluarkan kebijakan terkait harga gula putih ini.
Apalagi, Provinsi Lampung juga mensuplai gula putih ke Jabodetabek.
"Kalau ada kekurangan gula putih maka Disperindag Lampung akan bersurat menanyakan stoknya menjelang Ramadan atau HBKN. Kita juga pasti akan mengundang produsen, distributor bahan pokok di Lampung untuk mengetahui stok ketersediaan dan akan dinilai kecukupannya," jelas dia, Selasa.
"Dapat saya pastikan gula putih di Lampung cukup dan surplus, kenaikan juga tidak tinggi dari Rp 12.500 menjadi Rp 13.500," tambah dia.
Sementara Kepala Dinas Perdagangan Bandar Lampung Wilson Faisol menyebut kenaikan harga gula di kota setempat adalah wajar.
Hal itu karena dinamika pasar, yakni permintaan dan penawaran.
"Wajar itu, kenaikan akan lebih nampak pada bulan puasa. Permintaan gula akan naik saat itu, dimana banyak masyarakat akan mencari gula untuk bahan berbuka puasa. Ya semoga naiknya masih standar," katanya.
(Tribunlampung.co.id/som/byu/end/yog/dom/rga/tri)