Lampung Selatan
Hari Raya Rabu Abu, Romo Fransiskus: Puasa Kali Ini untuk Perdamaian Ukraina-Rusia
Seluruh umat katolik di seluruh dunia hari ini merayakan hari raya rabu-abu, dimana umat katolik diminta berpuasa dan berpantang selama 40 hari.
Penulis: Dominius Desmantri Barus | Editor: Reny Fitriani
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG SELATAN - Seluruh umat katolik di seluruh dunia hari ini merayakan hari raya rabu-abu, dimana umat katolik diminta berpuasa dan berpantang selama 40 hari.
Pada perayaan misa di Gereja Katolik St Petrus dan Paulus di Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan seluruh umat diminta untuk tetap menerapkan protokol kesehatan.
Sebelum memasuki pintu gereja umat diminta cuci tangan terlebih dahulu, dan petugas gereja mengecek suhu tubuh menggunakan alat thermogun.
Umat yang suhu tubuhnya diatas 35 derajat celcius diminta untuk mengikuti misa dari rumah.
Bagi umat yang kelupaan membawa masker, petugas juga memberikan masker.
Dalam misa yang dipimpinnya Romo Fransiskus Supomo mengajak seluruh umat untuk mendoakan perdamaian di negara Ukraina dan Rusia.
"Ada pesan menarik dari Paus Fransiskus untuk umat Katolik di seluruh dunia dalam masa Prapaskah kali ini. Bapa Paus mengajak seluruh umat katolik untuk berdoa meminta perdamaian konflik untuk negara Ukraina dan Rusia," ujar Fransiskus, pada Rabu (2/3/2022).
"Saya mengundang semua orang untuk menjadikan rabu-abu sebagai hari puasa untuk perdamaian. Mari mendedikasikan diri kita secara intensif untuk berdoa dan berpuasa. Semoga Bunda Maria selalu menjaga dunia dari kegilaan perang," jelasnya.
Di kesempatan yang sama Pengurus Dewan Pastoral Bakauheni Lampung Selatan Rukun Aryoko mengatakan misa rabu abu kali ini diadakan 1 kali saja.
Baca juga: Ketua Asosiasi Pedagang Sapi di Kota Kalianda Bantah Isu Mogok Berjualan
"Hari ini misanya cuma 1 kali, jam 10 ini aja. Karena memang jumlah umatnya juga cuma sedikit. Di sini cuma ada 4 lingkungan atau kring dengan jumlah umat seitar 300an atau ada 86 KK," katanya.
"Umat yang mengikuti misa di gereja wajib menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Wajib memakai masker. Cuci tangan sebelum masuk. Di depan pintu gereja petugas akan megecek suhu tubuh. Jika suhu tubuh diatas 35 derajat, umat terpaksa mengikuti misa dari rumah. Misa juga disiarkan langsung dari YouTube Paroki Tanjung Karang," pungkasnya.
(Tribunlampung.co.id/ Dominius Desmantri Barus)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/rabu-abu-di-gereja-katolik-st-petrus-dan-paulus.jpg)