Berita Terkini Artis

Kaji Edan Buka Suara Soal Sumber Kekayaan Juragan 99 dan Sosok Gilang

Di tengah hebohnya sumber kekayaan juragan 99 yang menyeret namanya, Kaji Edan membuat klarifikasi.

Tayang:
Penulis: Virginia Swastika | Editor: Heribertus Sulis
IST/IG @juragan_99
Ilustrasi Kaji Edan dan Juragan 99, Gilang Widya Pramana. Onny Hendro Adhiaksono atau Kaji Edan klarifikasi tak punya kaitan dengan kekayaan Gilang Widya Pramana atau yang lebih dikenal sebagai Juragan 99. 

Apabila ditelusuri, Kaji Edan rupanya kerap disebut sebagai Sultan Jagakarsa. Nama aslinya, Onny Hendro Adhiaksono.

Kaji Edan pernah diwawancarai oleh salah satu figur publik tanah air, Helmy Yahya dan dideskripsikan sebagai Sultan Jagakarsa dengan nama asli Onny Hendro Adhiaksono.

Baca juga: Ibu Tiri Vanessa Angel Gugat Cerai Doddy Sudrajat, Puput Juga Tuntut Hak Asuh Anak

Baca juga: Pernah Menjalani Kehidupan yang Susah, Gilang Juragan 99 Mengaku Siap Jika Kembali Hidup Miskin

Presenter senior Helmy Yahya sudah menjumpai Kaji Edan.

Dia melakukan wawancara di rumahnya yang kemudian ditayangkan melalui kanal YouTube milik mantan Direktur Utama TVRI itu.

Lebih lanjut, kepada Helmy Yahya sang crazy rich menceritakan bahwa dirinya pernah mati suri.

"Jadi tahun 95 saya kecelakaan, saya koma 21 hari, mati suri 21 hari," kata Kaji Edan, dilansir YouTube Helmy Yahya Bicara, Sabtu (31/10/2020).

Setelah bangun dari komanya, Kaji Edan mengalami amnesia. Ia hilang ingatan bahkan tak kenal dengan istrinya sendiri.

"Setelah 21 hari saya amnesia, anak istri pun saya lupa, yang ingat bapak ibu aja. Misal Mas Helmi jenguk, saya enggak kenal ini Helmi Yahya, saya cuma ingat ini bapak pernah nonjok saya," ungkapnya.

Selama 21 hari itu pula Kaji Edan mengaku diperlihatkan hal-hal yang tak pernah dia lihat sebelum kecelakaan.

"Jadi waktu 21 hari itu saya koma, itu rasanya setiap pagi saya dibangunkan, terus disuruh nonton film kayak di 21, gede layarnya, tapi episodenya itu, episode dari saya kecil hingga saya dewasa sebelum saya kecelakaan."

"Tapi pemerannya itu saya dan orang-orang yang menyakiti perasaan saya," paparnya.

"Jadi misalkan ada tetangga yang biasanya nyolong rambutan, itu muncul, tapi saya lupa namanya, hanya ingat wajahnya. Jadi kalau dia besuk, oh ini pernah nyolong rambutan," sambungnya.

Kaji Edan mengaku bahwa semuanya seakan ditunjukkan oleh Tuhan.

Sayangnya, hal tersebut membuat dirinya jadi membenci banyak orang bahkan yang tidak ia kenali.

"Jadi waktu saya siuman, saya tidak kenal si ini tapi saya benci, jadi memori baik hilang semua," ujarnya.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved