Kebakaran di Bandar Lampung

Kebakaran di Dekat Pasar Cimeng Bandar Lampung Diduga Akibat Korsleting Listrik

Aparat kepolisian menduga kebakaran di pasar tradisional eks pabrik karet yang terbakar diperkirakan akibat konsleting listrik.

Penulis: Bayu Saputra | Editor: Dedi Sutomo
Tribunlampung.co.id / Bayu Saputra
Kios di pasar tradisional dekat Pasar Cimeng Bandar Lampung yang terbakar pada Rabu (16/3/2022). 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Aparat kepolisian menduga kebakaran di pasar tradisional eks pabrik karet yang terbakar diperkirakan akibat konsleting listrik.

Hal tersebut disampaikan oleh Kapolsek Telukbetung Timur Kompol Yana saat dihubungi Tribun Lampung, Rabu (16/3/2022) sore.

Menurutnya, dari hasil penanganan dan dilakukan cek tempat kejadian perkara diperkirakan konselting listrik.

"Jadi kalau data ada 11 kios dan 1 rumah tinggal dipasar tempel pabrik karet tersebut," kata Yana.

Kejadian kebakaran sekira pukul 15.30 WIB dan berdasarkan dari saksi-saksi yang melihat api berawal dari rumah tinggal milik Kumkum Dimas.

Lalu, api dengan cepat langsung merambat ke kios-kios lainnya. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian kebakaran tersebut.

Hanya saja kerugian materil diperkirakan mencapai Rp 400 juta.

Pada pukul 17.00 WIB, api telah padam total dan situasi aman terkendali.

Lalu dilakukan koordinasi dengan perangkat pamong setempat dan linmas serta pemilik kios agar mengamankan barang-barang yang tersisa belum terbakar

Kerugian Ratusan Juta

Sebelumnya, sempat berdar informasi kebakaran terjadi di Pasar Cimeng, Bandar Lampung.

Namun, lokasi kebakaran merupakan pasar tradisional yang terletak berseberangan dengan Pasar Cimeng.

Kebakaran terjadi pada sekira pukul 15.00 WIB, Rabu (16/3/2022). Api diperkirakan berasal dari kios yang berada di tengah pasar.

Junaidi, salah satu pemilik kios yang terbakar mengatakan, saat kejadian dirinya sedang bersama anaknya berbincang.

Lalu, dirinya merasakan panas dari luar rumah dan juga mendengar warga lainnya berteriak kebakaran.

"Kaget saat didalam rumah tadi saat bersama keluarga, tapi alhamdulilah kami bisa keluar semua dan tidak ada korban jiwa," kata dia.

Kios sembako miliknya habis terbakar. Kerugian mencapai sekira Rp 300 juta.

Tidak hanya kios milik Junaidi. Kios milik pedagang lain juga ikut terbakar.

Petugas Damkar dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandar Lampung terjun ke lokasi guna memadamkan amukan si jago merah.

Pantauan Tribun Lampung pada Rabu sore, petugas masih melakukan pemadaman sisa-sisa kebakaran.

Sejauh ini belum diketahui total kerugian dari kejadian kebakaran tersebut.

BPBD Terjunkan 7 Unit Damkar

BPBD Kota Bandar Lampung mengerahkan 27 orang personil guna memadamkan kebakaran yang terjadi di Pasar Tradisional di lokasi bekas pabrik karet di Telukbentung Barat.

Kasi Tanggap Darurat Evakuasi dan Kebakaran BPBD Bandar Lampung Sutarno mengatakan, pihaknya menerjunkan 7 unit mobil damkar.

Menurut dirinya, kios yang terbakar tidak hanya menjadi tempat berjualan. Tetapi juga menjadi tempat tinggal.

Sutarno mengungkapkan, sejauh ini belum bisa dipastikan penyebab dari kebakaran.

"Kalau dugaan kebakaran BPBD belum bisa memastikan dari kebakaran tersebut," kata Kasi Tanggap Darurat Evakuasi dan Kebakaran BPBD Bandar Lampung Sutarno saat diwawancarai Tribun Lampung dilokasi kebakaran, Rabu (16/3/2022)

Dikatakannya, untuk penyelidikan penyebab kebakaran ada petugas khusus yang melakukan pemeriksaan.

Total kios yang terbakar ada 8 kios, dan hampir rata-rata 90 persen hangus terbakar. Tidak ada korban jiwa dari kejadian tersebut.

Termasuk juga estimasi juga belum bisa memperkirakan dan saat ini sedang dilakukan penyelidikan dari pihak terkait.

( Tribunlampung.co.id / Bayu Saputra )

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved