Gunung Anak Krakatau Erupsi

Kisah Pilu Dibalik Tsunami Selat Sunda 2018, Warga Pulau Sebesi: Seminggu Langit Tertutup Awan Hitam

Tsunami Selat Sunda pada 2018 lalu, masih menyisakan sedih dan trauma bagi warga Pulau Sebesi, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan.

Tribunlampung.co.id / Deni Saputra
Kondisi Gunung Anak Krakatau saat erupsi terlihat jelas dari Pulau Sebesi, Rajabasa, Lampung Selatan, Selasa (19/4/2022). 

"Setelah tsunami, sekitar seminggu kami tidak melihat matahari. Cuaca gelap. Gerimis dan hujan hampir tiap hari. Terkadang kami mendengar suara kilat. Beberapa warga yang takut, memilih menyebrang ke luar pulau. Mengungsi ke rumah sanak keluarganya yang ada di darat. Sebagian memutuskan untuk tetap tinggal, karena memiliki hewan ternak dan tanaman. Takut hewan ternaknya hilang," katanya.

Kepala Dusun 3, Riko Iswanto mengatakan, ada warganya yang masih berusia balita yang hilang karena tsunami tersebut dan hingga kini belum ditemukan

"Ada satu balita sampai sekarang belum ditemukan. Kalau kata keluarganya saat itu dia lagi main di pinggir pantai. Terus saat lagi kejadian, dia ketarik ombak dan hilang sampai sekarang," pungkasnya.

(Tribunlampung.co.id/ Dominius Desmantri Barus)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved