Gunung Anak Krakatau Erupsi
Kisah Pilu Dibalik Tsunami Selat Sunda 2018, Warga Pulau Sebesi: Seminggu Langit Tertutup Awan Hitam
Tsunami Selat Sunda pada 2018 lalu, masih menyisakan sedih dan trauma bagi warga Pulau Sebesi, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan.
Penulis: Dominius Desmantri Barus | Editor: Teguh Prasetyo
"Setelah tsunami, sekitar seminggu kami tidak melihat matahari. Cuaca gelap. Gerimis dan hujan hampir tiap hari. Terkadang kami mendengar suara kilat. Beberapa warga yang takut, memilih menyebrang ke luar pulau. Mengungsi ke rumah sanak keluarganya yang ada di darat. Sebagian memutuskan untuk tetap tinggal, karena memiliki hewan ternak dan tanaman. Takut hewan ternaknya hilang," katanya.
Kepala Dusun 3, Riko Iswanto mengatakan, ada warganya yang masih berusia balita yang hilang karena tsunami tersebut dan hingga kini belum ditemukan
"Ada satu balita sampai sekarang belum ditemukan. Kalau kata keluarganya saat itu dia lagi main di pinggir pantai. Terus saat lagi kejadian, dia ketarik ombak dan hilang sampai sekarang," pungkasnya.
(Tribunlampung.co.id/ Dominius Desmantri Barus)