Gunung Anak Krakatau Erupsi
Nelayan Pulau Sebesi Tetap Melaut Walau GAK Erupsi, Ngaku Dengar Dentuman
Firman, seorang nelayan di Pulau Sebesi mengaku terpaksa tetap melaut meski terancam ombak besar usai Gunung Anak Krakatau Erupsi.
Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan - Sepanjang bulan April 2022, tampak Gunung Anak Krakatau Erupsi sebanyak tujuh kali.
Meski begitu, warga Pulau Sebesi masih melakukan aktivitasnya seperti biasa.
Nelayan masih mencari ikan, sementara sisanya bertani.
Firman, seorang nelayan di Pulau Sebesi mengaku terpaksa tetap melaut meski terancam ombak besar usai Gunung Anak Krakatau Erupsi.
"Kalau rasa takut sih pasti ada. Tapi kami masih tetap melaut. Kalau suara dentuman sih terdengar. Tapi kadang-kadang aja.
Baca juga: Hari Ini Gunung Anak Krakatau 2 Kali Erupsi
Baca juga: GAK Sudah Erupsi 29 Kali Tahun Ini
Kalau pas lagi tinggi aktivitasnya. Kalau kemarin iya, sampai ngeluarin api. Kalau hari ini belum ada erupsi," kata Firman, Senin (19/4/2022).
Firman mengatakan, ombak di perairan Pulau Sebesi masih normal, walau terkadang pasang cukup tinggi.
"Kalau ombak sih masih normal. Walaupun kadang-kadang ada beberapa waktu, ombak pasang lumayan cukup tinggi," ujarnya.
"Kalau hasil tangkapan agak berkurang. Tapi nggak terlalu banyak. Biasanya dapat 1 ton, ini gak sampe 1 ton," ujarnya.
Hal sama diungkapkan Syamsul, nelayan yang sehari-hari mencari ikan di perairan Pulau Sebesi.
"Hasil tangkapan berkurang. Biasa saya cari ikan di sini, tapi ini agak susah. Jadi saya balik lagi mencari ikan di Lampung Timur," kata warga Lampung Timur ini.
"Ini tadi dapat ikan teri, tapi nggak banyak. Biasanya dapat sekuintal. Tapi ini nggak nyampe sekuintal. Ditambah lagi pas lagi pasang ombak kadang tinggi, mengganggu pelayaran. Tapi saya terpaksa melaut untuk memenuhi kebutuhan keluarga," pungkasnya.
( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )